Produk Organik Alami Natural Nusantara
0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Cara Menjaga Sistem Pencernaan Agar Tetap Sehat

Sistem pencernaan adalah serangkaian jaringan organ dalam tubuh yang bekerja untuk mencerna makanan. Selama makanan berada dalam saluran pencernaan, makanan akan mengalami proses pencernaan, baik secara mekanik maupun secara kimia. Pencernaan secara mekanik merupakan proses pengubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk yang lebih kecil atau halus. Pencernaan secara mekanik terjadi di dalam lambung dengan bantuan gerak peristaltik didinding lambung. Selain itu, terdapat juga pencernaan kimia yang merupakan proses pengubahan zat makanan dari bentuk kompleks menjadi sederhana dengan bantuan enzim pencernaan. Sebagai contoh, pengubahan protein menjadi asam amino oleh enzim tripsin.

Sistem pencernaan memiliki fungsi utama mengubah makanan menjadi nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Nutrisi tersebut diperlukan untuk proses perkembangan, perbaikan sel tubuh, dan sebagai sumber energi sehari-hari. Ketika proses itu selesai, organ pencernaan mengubah sisa-sisa hasil makanan menjadi limbah padat untuk dibuang sebagai feses. Sistem pencernaan sendiri memiliki beberapa organ pencernaan dan kelenjar pencernaan. Organ pencernaan antara lain yaitu Mulut, Kerongkongan, Lambung, Usus kecil, Usus besar, Rektum dan Anus. Sedangkan kelenjar pencernaan antara lain terdiri dari Ludah atau air liur, Pankreas, Kantung, empedu, dan Hati.

Sistem Pencernaan Manusia Bukan Hanya Usus dan Lambung, Apa Saja?

Berikut merupakan cara kerja organ-organ dalam sistem pencernaan manusia :

1. Mulut.

Mulut adalah awal dari saluran pencernaan. Didalam mulut terdapat kelenjar ludah yang dapat aktif saat seseorang melihat dan mencium hidangan makanan. Setelah mulai makan, mulut akan mengunyah makanan menjadi potongan-potongan kecil agar mudah dicerna. Air liur akan bercampur dengan makanan untuk memecahnya menjadi bentuk yang dapat diserap oleh tubuh. Saat menelan, lidah akan memasukkan makanan ke tenggorokan dan ke kerongkongan.

2. Kerongkongan.

Kerongkongan terletak di tenggorokan dekat trakea. Kerongkongan akan menerima makanan dari mulut saat proses menelan. Epiglotis adalah lipatan kecil yang terdapat di tenggorokan saat seseorang menelan untuk mencegah kejadian tersedak (ketika makanan masuk ke tenggorokan). Serangkaian kontraksi otot di dalam kerongkongan disebut sebagai peristaltik yang mengantarkan makanan untuk menuju ke perut.

. 3. Lambung

Lambung adalah organ berongga yang berfungsi untuk menyimpan makanan saat sedang dicampur dengan enzim pencernaan. Enzim ini melanjutkan proses memecah makanan menjadi bentuk yang bisa digunakan. Sel-sel di dalam lapisan lambung akan mengeluarkan asam kuat dan enzim kuat yang berfungsi untuk memecah makanan. Ketika makanan sudah diproses, sisanya kemudian dilepaskan ke usus kecil.

4. Usus halus.

Usus halus merupakan tabung berotot sepanjang 22 kaki atau sekitar 8,25 meter yang berfungsi untuk memecah makanan menggunakan enzim yang kemudian dilepaskan oleh pankreas dan empedu dari hati. Usus halus terdiri atas usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerapan. Ketiga bagian usus tersebut bekerja secara bersama-sama untuk menyelesaikan pencernaan makanan agar menjadi bagian kecill sehingga mudah diserap ke dalam pembuluh darah usus.

5. Pankreas.

Pankreas menghasilkan enzim pencernaan ke dalam usus dua belas jari yang memecah protein, lemak, dan karbohidrat. Pankreas memproduksi insulin dan meneruskannya langsung ke aliran darah. Insulin adalah hormon utama dalam tubuh untuk metabolisme glukosa.

6. Hati.

Fungsi utama hati yaitu memproses nutrisi yang diserap dari usus kecil. Empedu dari hati yang dikeluarkan ke usus halus juga memainkan peran penting dalam mencerna lemak dan beberapa vitamin. Hati berfungsi mendetoksifikasi bahan kimia berbahaya atau beracun.

7. Kantong empedu.

Kantung empedu berfungsi menyimpan dan memekatkan empedu dari hati, dan kemudian melepaskannya ke dalam usus dua belas jari di usus kecil untuk membantu proses penyerapan dan pencernaan lemak.

8. Usus besar.

Usus besar adalah tabung berotot sepanjang kurang lebih 1,82 m yang menghubungkan usus kecil ke rektum. Usus besar terdiri dari sekum, kolon asendens (kanan), kolon transversum (melintasi), kolon desendens (kiri), dan kolon sigmoid, yang terhubung ke rektum. Usus ini berfungsi untuk memproses limbah yang tersisa dari proses pencernaan. Limbah atau kotoran melewati usus besar dengan cara peristaltik. Pertama dalam keadaan cair dan akhirnya dalam bentuk padat.

9. Rektum.

Rektum adalah ruang lurus 8 inci yang menghubungkan usus besar ke anus. Tugas rektum adalah menerima tinja dari usus besar dan mengirim sinyal ada tinja yang harus dievakuasi (dibuang keluar) dan memegang tinja sampai evakuasi terjadi. Baca juga: Kenali Pusing yang Bisa Jadi Gejala Stroke

10. Anus.

Anus adalah bagian terakhir dari saluran pencernaan. Organ ini berbentuk saluran sepanjang 2 inci atau 5,08 cm yang terdiri dari otot-otot dasar panggul dan dua sfingter anal (internal dan eksternal). Anus dikelilingi oleh otot-otot sfingter yang penting dalam memungkinkan mengontrol pengeluaran tinja. Otot dasar panggul menciptakan sudut antara rektum dan anus yang dapat menghentikan tinja keluar ketika itu tidak seharusnya.

Cara menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat

Sistem pencernaan harus tetap dijaga kesehatannya agar dapat mengolah makanan dengan baik. Jika terjadi gangguan pada sistem pencernaan, sebaiknya ditanggulangi segera karena dalam jangka panjang kondisi tersebut dapat memengaruhi gizi dan nutrisi seseorang. Beberapa penyakit yang sering terjadi pada sistem pencernaan, antara lain ;

  • Sakit maag
  • Penyakit asam lambung,
  • Diare,
  • Sembelit,
  • Ambien,
  • Melansir.

    Untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan, sangat disarankan untuk memperbanyak minum air putih, konsumsi makanan tinggi serat, seperti buah, sayuran, dan biji-bijian, Hindari stres, Rajin olahraga, Makan dengan cara yang baik, seperti tidak berlebih dan tidak terburu-buru. Gunakan pula produk NASA yaitu Lecithin, Serbuk Beras Merah Natural, dan Natural Chlorophyllin.

  1. Serbuk Beras Merah Natural (SBMN)
    SBMN berasal dari serbuk beras merah pilihan yg berkualitas, memiliki kandungan zat besi yg sangat tinggi, mengandung Protein yang bermanfaat untuk mempercepat pembentukan haemoglobin dalam darah.
  2. Natural Chlorophyllin
    Natural chlorophyllin NASA terbuat dari daun cawi yang mengandung chlorophyll acid, mampu menyaring dan membersihkan racun dalam tubuh. Daun CAWI banyak mengandung mineral, vitamin dan protein. Cocok digunakan sebagai fisioterapi, pembersih toksin dalam tubuh dan mengikat oksidator agar manusia tetap sehat.
  3. Lecithin
    NATURAL LECITHIN dan NEO LECITHIN merupakan suplemen kesehatan alami yang berasal dari olahan kacang kedelai ( Soy bean ) dikenal sebagai produk NASA yang bebas kolesterol. NATURAL LECITHIN dan NEO LECITHIN banyak mengandung zat gizi yang essensial bagi tubuh dan mengandung antioksidan yang sangat baik untuk menjaga keseimbangan tubuh.

    Dapatkan paket herbal atasi Penyakit Pencernaan hanya di distributor resmi PT NATURAL NUSANTARA!

APA KATA MEREKA TENTANG PRODUK NASA ATASI PENYAKIT PENCERNAAN ?

TESTIMONI: Propolis NASA untuk Kesehatan Pencernaan - Garda Remaja

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan


Jika Anda butuh bantuan, ataupun hal-hal yang ingin ditanyakan, jangan ragu untuk menghubungi kami, dengan senang hati akan kami bantu


-------------

TELP/SMS/WA

081 35 35 35 661