0 di keranjang

Tidak ada produk di keranjang.

Produk Organik Alami Natural Nusantara

Teknik Budidaya Tanaman Karet

Karet (Hevea brasiliensis) adalah jenis tanaman tahunan dengan batang pohon yang lurus. Dulunya pohon karet hanya terdapat di Brazil, Amerika Selatan. Setelah dilakukan percobaan berkali-kali, akhirnya pohon karet ini berhasil dikembangkan di wilayah Asia Tenggara. Di Malaysia, Singapura dan Indonesia tanaman karet mulai dibudidayakan pada tahun 1876. Indonesia juga pernah menguasai produksi karet dunia, tetapi posisi Indonesia saat ini didesak oleh Malaysia dan Thailand. PT. Natural Nusantara (NASA) berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

Syarat Tumbuh Pohon Karet

  • Suhu lingkungan 240-280ºC
  • Curah hujan per tahun 1.500-2.000 mm
  • Membutuhkan kelembaban tinggi
  • Penyinaran matahari 5-7 jam per hari
  • Kondisi tanah subur dan dapat meneruskan air
  • Tanah ber-pH 5-6 (batas toleransi 3-8)
  • Ketinggian lahan 200 mdpl

Pedoman Teknis Budidaya Pohon Karet

  1. Pembibitan

  • Persemaian Perkecambahan
  • Benih disemai di bedengan dengan lebar 1-1,2 meter dengan panjang sesuai tempat
  • Dihamparkan pasir halus di atas bedengan setebal 5-7 cm
  • Tebarkan Natural GLIO yang telah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang selama 1 minggu
  • Bedengan dinaungi jerami setinggi 1 m di sisi timur dan 80 cm di sisi barat
  • Benih terlebih dahulu direndam dengan POC NASA selama 3-6 jam (1 tutup per 1 liter air)
  • Benih yang disemaikan langsung disiram larutan POC NASA 0,5 tutup per 1 liter air
  • Jarak tanam beinh yaitu 1-2 cm
  • Siram benih dengan rutin dan benih yang pertumbuhannya normal akan berkecambah pada 10-14 HSS dan selanjutnya dipisahkan ke tempat persemaian bibit

    2. Persemaian Bibit

  • Tanah dicangkul hingga sedalam 60-75 cm, lalu dihaluskan dan diratakan
  • Buat bedengan dengan tinggi 20 cm dan parit antar bedengan sedalam 50 cm
  • Benih yang sudah berkecambah lalu ditanam dengan jarak 40 x 40 x 60 cm untuk okulasi coklat dan 20 x 20 x 60 untuk okulasi hijau
  • Penyiaraman dilakukan dengan teratur
  • Pemupukan :

Pupuk makro (diberikan 3 bulan sekali) :

GT 1 : 8 gr Urea, 4 gr TSP, 2 gr KCI per pohon

LCB 1320 : 2,5 gr Urea, 3 gr TSP, 2 gr KCI per pohon

POC NASA : 2-3 cc per liter air per bibit disiramkan 1-2 minggu sekali

  • Pembuatan Kebun Entres
  • Cara penanaman dan pemeliharaan seperti menanam bibit okulasi
  • Bibit yang digunakan dapat berupa bibit stump atau bibit polibag
  • Jarak tanamnya adalah 1 m x 1 m
  • Pemupukan :

Pupuk makro (diberikan 3 bulan sekali)

Tahun I : 10 gr Urea, 10 gr TSP, 10 gr KCI per pohon

Tahun II : 15 gr Urea, 15 gr TSP, 15 gr KCI per pohon

POC NASA 2-3 cc per 1 liter air per bibit, disiramkan 1-2 minggu sekali

  • Okulasi

Ada dua macam okulasi yaitu okulasi coklat dan okulasi hijau

KeteranganOkulasi CoklatOkulasi Hijau
Umur batang bawah9 – 18 bulan3 – 8 bulan
Diameter batang 10 cm dari tanah2 cm1 – 1,5 cm
Kayu okulasiDari kebun entres, warna hijau tua dan coklat, diameter 1,5 – 3 cmDari kebun entres umur 1-3 bulan, warna masih hijau atau telah terbentuk 1-2 payung
  • Teknik okulasi pada keduanya sama
  • Buat jendela okulasi dengan panjang 5-7 cm dan lebar 1-2 cm
  • Persiapkan mata okulasi
  • Pisahkan kayu dari kulitnya, disebut perisai
  • Masukkan perisai ke dalam jendela
  • Dibalut dengan pita plastik atau rafia tebal
  • Setelah 3 minggu, balut dibuka. Jika perisai digores sedikit dan terlihat hijau segar, maka okulasi berhasil. Diulangi 1-2 minggu kemudian
  • Saat bibit akan dipindahkan, batang bawah dipotong miring sepanjang 10 cm diatas okulasi
  • Bibit okulasi yang dipindahkan bisa berupa stum mata tidur, stum tinggi, stum mini dan bibit polibag
  1. Pengolahan Media Tanam

  • Tanah dibongkar dengan traktor atau cangkul dan bersihkan dari sisa akar
  • Jika tanah miring lebih dari 10 derajat, dibuat teras dengan lebar minimal 1,5
  • Jika tanah landai, dibuat rorak (kotak kayu panjang). Rorak berfungsi untuk menampung tanah yang tererosi, jika sudah penuh isi rorak dituangkan ke areal di sebelah atas rorak
  • Pembuatan saluran pinggiran jalan san salurang penguras yang sesuai dengan kemiringan lahan dan diperkeras.
  1. Teknik Penanaman

  • Penentuan Pola Tanaman
  • 0-3 th tumpangsari dengan padi gogo, jagung, kedelai
  • Lebih dari 3 th tumpangsari dengan jahe atau kapulaga
  • Pembuatan Lubang Tanam
  • Jarak tanam 7 x 3 m, dibutuhkan 476 bibit per ha
  • Lubang tanam :

Okulasi stump mini 60 x 60 x 60 cm

Okulasi stump tinggi 80 x 80 x 80 cm

Cara Penanaman

  • Masukkan bibit beserta plastiknya ke lubang tanah dan biarkan selama 2-3 minggu
  • Tebarkan Natural GLIO yang telah dikembangbiakkan dengan pupuk kandang selama 1 minggu lalu segera timbun dengan tanah galian
  • Siramkan POC NASA yang sudah dicampur air secara merata dengan dosis 1 tutup per 1 liter air per pohon. Akan lebih maksimal jika menggunakan SUPERNASA.

Dengan cara : 1 botol SUPERNASA diencerkan ke dalam 2 liter air (2000 ml) air lalu jadikan sebagai larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.

  1. Pemeliharaan Tanaman

  • Penyulaman : dilakukan saat tanaman berumur 1-2 tahun
  • Pemupukan :
UMUR (BULAN)DOSIS PUPUK MAKRO (PER HA)
MOP/KCL (KG)UREA (KG)KIESERITE (MGSO4) (KG)ROCK PHOSPAT (KG)
0000150
3406040115
8406040115
12507540135
18507540135
2411511575300
3611521075300
4811523575300
dstsebaiknya dilakukan analisa tanah
Dosis POC NASA saat awal tanam :
0 – 36Encerkan 2-3 tutup botol lalu siramkan ke sekitar pangkal batang 4 – 5 bulan sekali
> 36Encerkan 3-4 tutup botol lalu siramkan ke pangkal batang dengan interval 3 – 4 bulan sekali
Dosis POC NASA saat tanaman sudah berproduksi tetapi memakai POC NASA sejak awal :
1.2.3. Tahap 1 : gunakan 3-4 kali berturut-turut setiap 1-2 bulan. Dengan dosis 3-4 tutup/ pohon

4. Tahap 2 : gunakan setiap 3-4 bulan sekali. Dengan dosis 3-4 tutup per pohon

Catatan : akan lebih optimal jika ditambah SUPERNASA 1-2 kali per tahun dengan dosis 1 botol untuk 300 tanaman.

Hama Dan Penyakit

  • Hama

  • Kutu tanaman (Planococcus citri)

Gejalanya, pucuk batang dan daun muda menjadi kuning dan kering. Pengendalian menggunakan Natural BVR atau PESTONA

  • Tungau (Hemitarsonemus, Paratetranychus)

Gejalanya pertumbuhan tanaman menajdi tidak normal dan kerdil, daun juga berguguran. Pengendalian menggunakan Natural BVR atau PESTONA.

  • Penyakit

  • Penyakit pada akar : akar putih, akar merah, jamur upas.

  • Penyakit pada batang : kanker kercak, busuk pangkal batang

  • Penyakit pada bidang sadap : kanker garis, mouldy rot

  • Penyakit pada daun : embun tepung, penyakit colletorichum, penyakit phytophthora

  • Pengendalian dan pencegahan penyakit karena jamur :

  • Menanam bibit yang sehat

  • Pemupukan harus lengkap dan seimbang dengan jenis pupuk, dosis dan waktu yang tepat

  • Tebarkan Natural GLIO sebelum atau saat tanam sanitasi kebun

  • Memangkas tanaman penutup yang terlalu lebat

  • Bagian yang terserang penyakit segera dimusnahkan

  • Penyadapan sebaiknya tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dekat dengan tanah

  • Gunakan pisau sadap yang steril

  • Khusus untuk penyakit embun tepung, daun digugurkan lebih awal dan segera dipupuk dengan nitrogen dengan dosis dua kali lipat dan semprot dengan POC NASA 3-5 tutup per tangki.

  1. Panen Karet

  • Penyadapan dilakukan saat pohon karet berumur 5 tahun, dan bisa dilakukan hingga 25-35 tahun
  • Penggunaan POC NASA, SUPERNASA dan HORMONIK dengan rutin dapat mempercepat waktu penyadapan pertama kali dan memanjangkan usia produksi tanaman.

Itulah beberapa hal penting dalam Pedoman Teknis Budidaya Tanaman Karet yang dipersembahkan oleh PT. Natural Nusantara.

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA

Tulis Komentar