0 di keranjang

Tidak ada produk di keranjang.

Produk Organik Alami Natural Nusantara

Teknik Budidaya Tanaman Tomat

Teknik Budidaya Tanaman Tomat – Tanaman tomat merupakan komoditas holtikultura yang penting, tetapi hasil produksinya dari segi kualitas dan kuantitas masih rendah. Kondisi ini disebabkan karena tanah yang keras, miskin unsur hara, pemupukan tidak seimbang dan serangan hama dan penyakit, serta teknik budidaya tomat yang kurang diperhatikan.

 

Natural Nusantara berusaha membantu para petani dalam meningkatkan produksi buah tomat baik dari segi kuantitas, kualitas dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, agar para petani tomat dapat berkompetisi di era perdagangan bebas.

Teknik Budidaya Tomat dengan Teknologi NASA

 

  1. Fase pra tanam

  • Syarat tumbuh
    • Tanaman tomat dapat ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi
    • Di tanah yang gembur, porus, dan subur, seperti tanah liat yang mengandung apsir dengan pH antara 5 sampai 6
    • Curah hujan 750-1.250 mm per tahun
    • Kelembaban yang tinggi mencapai 25% akan merangsang pertumbuhan tanaman yang masih muda

 

  • Pola tanam
    • Dianjurkan untuk menanam dengan sistem tumpang sari atau tanaman sela untuk memberikan keadaan yang tidak disukai oleh organisme pengganggu
    • Tanaman yang dianjurkan adalah padi, jagung, kubis, dan kacang-kacangan

 

  • Penyiapan lahan
    • Pilih lahan yang gembur dan subur yang sebelumnya tidak ditanami tanaman tomat
    • Genangilah tanah dengan air selama dua minggu sebelum penanaman
    • Buatlah bedengan dengan lebar 120-160 cm untuk barisan ganda, dan 40-50 cm untuk barisan tunggal
    • Buatlah parit untuk pembuangan air
    • Beri pupuk dasar Urea 4 kg ditambah TSP 7,5 kg ditambah KCI 4 kg per 1.000 m2 diatas bedengan, aduk dan ratakan dengan tanah
    • Siram dengan POC NASA yang telah dicampur air dengan dosis 1-2 botol per 1.000 m2
    • Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet yang sudah dicampur pupuk kandang dan didiamkan 1 minggu, secara merata diatas bedengan pada sore hari
    • Biarkan selama 5-7 hari sebelum tanam
    • Buat lubang tanam dengan jarak 60 x 80 cm diatas bedengan, dengan diameter 7-8 cm sedalam 15 cm

 

  • Pemilihan bibit
    • Pilih bibit dengan jenis F1 Hybryd
    • Bibit yang telah berdaun 5-6 helai, pindahkan ke lapangan
    • Untuk mengurangi stress saat awal pertumbuhan perlu disiram dulu saat sore sehari sebelum tanam agar lembab

 

  1. Fase persemaian (0 – 30 HSS Hari Setelah Semai)

  • Siapkan media tanam yang berupa campuran tanah dan pupuk kandang 25-30 kg ditambah Natural GLIO, dengan perbandingan 1 : 1
  • Masukkan ke dalam polibag plastik
  • Sebarkan benih secara merata dan masukkan satu per satu ke dalam polibag
  • Setelah benih berumur 8-10 hari, pilih bibit yang baik, sehat dan tegar untuk dipindahkan dalam bumbunan daun pisang
  • Penyiraman dilakukan setiap hari
  • Disemprot dengan POC NASA pada umur 17 hari dengan dosis 2 tutup per tangki

 

  1. Fase tanam (0 – 15 HST Hari Setelah Tanam)

  • Bedengan sehari sebelumnya diairi dahulu
  • Bibit yang siap tanam umur 3-4 minggu, sudah berdaun 5-6
  • Ditanam pada sore hari
  • Buka polibag plastik
  • Benamkan bibit dengan dangkal pada batas pangkal batang kemudian ditimbun dengan tanah di sekitarnya
  • Setelah ditanam langsung disiram dengan POC NASA menggunakan dosis 2-3 tutup per 15 liter air
  • Tanaman yang mati, rusak, layu dan pertumbuhannya tidak normal dicabut, kemudian dibuat lubang tanam baru. Dibersihkan dan diberi Natural GLIO, lalu bibit ditanam
  • Pengairan dilakukan setiap hari sampai tomat tumbuh dengan normal
  • Jika terdapat hama dan ulat grayak, segera semprot dengan Natural VITURA.
  • Jika terkena penyakit layu dan busuk daun, kendalikan dengan menyemprot Natural GLIO dicampur gula pasir dengan perbandingan 1 : 1
  • Untuk penyakit virus seperti Thrips, kutu persik, tungau, disemprot dengan Natural BVR atau PESTONA secara bergantian
  • Pasang ajir seawal mungkin agar agar tidak rusak tertusuk ajir, dengan jarak 10-20 cm dari batang tomat

 

  1. Fase Vegetatif (15-30 HST)

  • Jika tanpa mulsa, pembubunan dan penyiangan dilakukan pada umur 28 HST bersamaan dengan pemberian pupuk susulan dan penggemburan diikuti pengguludan tanaman
  • Setelah tanaman tomat hidup sekitar 1 minggu, beri pupuk Urea dan KCI dengan perbandingan 1 : 1
  • Pemupukan kedua dilakukan pada umur 2-3 minggu, yaitu diberi campuran Urea dan KCI masing-masing 5 gr, lalu siram dengan air
  • Bila saat umur 4 minggu tanaman tomat masih belum terlihat subur, diberi pupuk Urea dan KCIL lagi masing-masing 7 gr
  • Jika menggunakan mulsa, tidak perlu penyiangan dan pembubunan. Pupuk susulan diberikan dengan cara dikocorkan
  • Penyiraman dilakukan pada padi atau sore hari
  • Tanaman yang sudah mencapai ketinggian 10-15 cm harus segera diikat pada ajir agar batang tomat berdiri tegak

 

  1. Fase Generatif (30 – 80 HST)

  • Pengelolaan tanaman
  • Jika tanpa mulsa, pembubunan dan penyiangan kedua dilakukan saat umur 45-50 hari
  • Lakukan perempelan tunas-tunas yang tidak produktif setiap 5-7 hari sekali untuk merangsan pembungaan pada umur 32 HST
  • Perempelan sebaiknya dilakukan pagi hari agar luka bekas rempelan cepat kering
  • Ketinggian tanaman dapat dibatasi dengan memotong ujung tanaman
  • Semprot dengan POC NASA dan HORMONIK setiap 7-10 hari sekali dengan dosis 3-4 tutup POC NASA dan 1-2 tutup HORMONIK per tangki. Agar tidak mudah hilang saat terkena air hujan dan penyiraman, tambahkan Perekat Perata AERO-810 dengan dosis 5 ml (0,5 tutup) per tangki.

 

  1. Fase Panen dan Pasca Panen (80 – 130 HST)

  • Panen dilakukan pada umur 90-100 HST, ciri buah tomat yang siap dipanen adalah kulit buah berubah warna dari hijau menjadi kekuningan, bagian tepi daun tua mengering, batang menguning, panen dilakukan saat pagi atau sore hari disaat cuaca cerah. Buah dipuntir hingga tangkai buah putus. Masukkan buah ke keranjang dan letakkan di tempat yang teduh.
  • Pemetikan dilakukan dengan interval 2-3 hari sekali
  • Agar tahan lama, tidak mudah memar dan tidak cepat busuk, buah tomat dipanen saat setengah matang
  • Wadah yang baik untuk pengangkutan buah tomat adalah peti-peti kayu dengan papan bercelah dan jangan dibanting
  • Waspadai penyakit busuk buah Antraknose, kumpulkan dan musnahkan
  • Buah tomat yang sudah dipetik, dibersihkan, disortir dan di packing kemudian siap diangku dan dikonsumsi.

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA

Tulis Komentar