0 di keranjang

Tidak ada produk di keranjang.

Produk Organik Alami Natural Nusantara

Teknik Budidaya Tanaman Kakao

Teknik Budidaya Tanaman Kakao – Dengan produk pupuk organik dan nutrisi tanamannya, PT. Natural Nusantara ingin berusaha membantu para petani kakao agar bisa meningkatkan hasil panen Kakao agar dapat bersaing dengan program peningkatan produksi secara kualitas, kuantitas dan berdasarkan konsep kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

Teknik Budidaya Tanaman Kakao

  1. Persiapan lahan

  • Bersihkan lahan dari gulma dan alang-alang
  • Gunakan tanaman penutup tanah seperti Peuraria javanica,Centrosema pubescens, Calopogonium mucunoides dan caeraleumuntuk mencegah pertumbuhan gulma terutama jenis rumputan
  • Gunakan juga tanaman pelindung seperti lamtoro dan albazia yang ditanam setahun sebelum penanaman kakao.
  1. Pembibitan kebun

  • Biji kakao untuk benih diambil dari buah bagian tengah yang sehat dan masak
  • Sebelum dijadikan kecambah benih harus dibersihkan dari daging buahnya dengan abu gosok
  • Proses pengecambahan dilakukan dengan karung goni dalam ruangan, dilakukan penyiraman 3 kali sehari
  • Siapkan polibag ukuran 30 x 20 cm dan tempat pembibitan
  • Campurkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1, lalu masukkan ke dalam polibag
  • Sebelum kecambah dimasukkan tambahkan 1 gram pupuk SP-36 ke dalam setiap polibag
  • Jarak antar polibag 20 x 20 cm dengan lebar barisan 100 cm
  • Penyiraman bibit dilakukan 1-2 kali sehari
  • Siramkan POC NASA dengan dosis 0,5 – 1 tutup yang telah diencerkan dengan air setiap 2-4 minggu sekali.
  • Amati hama dan penyakit selama pembibitan, antara lain kepik daun, rayap, ulat punggung putih, ulat jengkal. Jika terkena hama tersebut semprot dengan PESTONA.
  1. Penanaman Kakao

  • Pengajiran
  • Ajir dibuat dari bambu dengan tinggi 80 cm
  • Pasang ajir induk sebagai patokan untuk pengajiran selanjutnya
  • Lubang tanam
  • Ukuran lubang tanam 60 x 60 x 60 cm pada akhir musim hujan
  • Berikan pupuk kandang yang dicampur air tanah dengan perbandingan 1 : 1
  • Tanam bibit
  • Bibit dipindahkan ke lapangan sesuai jenisnya, kakao Mulia ditanam setelah bibit umur 6 bulan. Kakao Lindak umur 4-5 bulan
  • Saat bibit dipindahkan ke lapangan sebaiknya bibit kakao tidak sedang membentuk daun muda
  1. Pemeliharaan Tanaman Kakao

    • Penyiraman dilakukan 2 kali sehari setiap pagi dan sore sebanyak 2 sampai 5 liter per pohon
    • Dibuat lubang pupuk di sekitar tanaman dengan cara dikoak. Pupuk dimasukkan ke dalam lubang pupuk lalu ditutup kembali. Dosis pupuk lihat tabel di bawah ini :

Tabel Pemupukan Tanaman Coklat

UMUR
(BULAN)
DOSIS PUPUK MAKRO (PER HA)
UREA (KG)TSP (KG)MOP/ KCL (KG)KIESERITE (MGSO4) (KG)
2151588
6151588
1025251212
1430301515
1830304515
2230304515
2816025025060
3216020025060
3614025025080
4214020025080
DstDilakukan analisa tanah
Dosis POC NASA mulai awal tanam :
0 – 242-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang
setiap 4 – 5 bulan sekali
> 243-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang
setiap 3 – 4 bulan sekali ( sesekali bisa juga disemprotkan ke tanaman )
Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA :
Tahap 1 : Aplikasikan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln, Dosis 3-4 tutup/ pohon
Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali, Dosis 3-4 tutup/ pohon
  1. Pengendalian Hama dan Penyakit

  • Ulat kilan

Gejala : daun muda tinggal urat daunnya saja

Pengendalian : gunakan PESTONA dengan dosis 5-10 cc per liter

  • Kutu-kutuan

Gejala : infeksi pada pangkal buah, kerusakan buah yang masih kecil

Pengendalian : tanaman yang terserang dipangkas lalu dibakar, atau dengan Natural BVR 30 gram per 10 liter air atau PESTONA

  • Penyakit busuk bua

Gejala: serangan dari ujung buah atau pangkal buah terlihat kecoklatan pada buah yang sudah besar

Pengendalian : membuang buah yang terserang, kemudian semprot dengan Natural GLIO

  • Jamur upas

Gejala : menyerang batang dan cabang

Pengendalian : kerok dan olesi batang atau cabang yang terserang dengan Natural GLIO + HORMONIK

  1. Pemangkasan

  • Pangkas bentuk : dilakukan saat umur 1 tahun setelah muncul cabang primer dengan meninggalkan 3 cabang primer yang baik dan letaknya strategis
  • Pangkas pemeliharaan : untuk mengurangi pertumbuhan vegetatif yang berlebihan dengan cara menghilangkan tunas air pada batang pokok.
  • Pasang produksi : agar sinar matahari dapat masuk tetapi tidak secara langsung sehingga bunga tetap dapat terbentuk
  • Pangkas restorasi : dengan cara memotong bagian tanaman yang rusak dan memlihara tunas air.
  1. Pemanenan Kakao

Pemetikan dilakukan pada buah yang sudah masak tetapi jangan yang terlalu masak. Potong tangkai buah dengan menyasikan 1/3 bagian tangkai buah. Buah yang dipetik umur 5,5 – 6 bulan dari berbunga, warna kuning atau merah. Pemetikan dilakukan pada pagi hari dan pemecahan pada siang hari, kemudian biji dikeluarkan dan dimasukkan dalam karung.

  1. Pengolahan Hasil

  • Fermentasi, merupakan tahap awal pengolahan biji kakao. Untuk menghilangkan pulp, menghilangkan daya tumbuh biji, merubah warna biji serta untuk mendapatkan aroma dan rasa yang enak.
  • Pengeringan, biji kakao yang telah difermentasi kemudian dikeringkan agar tidak terserang jamur.
  • Sortasi, penyortiran dilakukan untuk mendapatkan ukuran tertentu dari biji kakao sesuai permintaan.

Itulah beberapa hal penting dalam Teknik Budidaya Kakao dengan mengutamakan faktor K3 yaitu Kualitas, Kuantitas serta Kelestarian Lingkungan.

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA

Tulis Komentar