0 di keranjang

Tidak ada produk di keranjang.

Produk Organik Alami Natural Nusantara

TABULAMPOT, Tanaman Buah Dalam Pot

TABULAMPOT – Tabulampot merupakan teknik penanaman tanaman buah menggunakan pot. Kelebihan menanam buah dalam pot adalah lebih terlihat bagus dan tidak membutuhkan ruang tempat yang terlalu banyak. Tanaman buah dalam pot juga akan lebih produktif, tanaman akan selalu berbuah tanpa mengenal waktu musim. Tanaman tabulampor mulai terkenal tahun 1984. Pada mulanya, tabulampot terkenal melalui seorang pedagang yang menjual dagangannya dengan cara menanamnya di dalam pot.

Dengan sedikit ketelatenan, kita bisa menanam sendiri tabulampot. Teknik menanam tanaman buah menggunakan pot ini lebih irit dan cepat panen, sehingga tidak menunggu tanaman hingga tumbuh besar seperti jika ditanam ke tanah. Beberapa jenis tanaman buah yang bisa ditanam di pot, antara lain sawo, jeruk, jambu, sirsak, kedondong, nangka, rambutan, anggur dan lain-lain. Untuk tanaman durian, meskipun dapat tumbuh subur di dalam pot, tetapi akan sulit sekali untuk berbuah. Pemilihan tanaman harus disesuaikan dengan iklim sekitarnya. Misalnya untuk wilayah pegunungan, pilih tanaman yang biasa hidup pada dataran tinggi. Tanaman yang tidak sesuai dengan kondisi lingkungan biasanya sulit untuk berbuah atau bahkan tidak berbuah sama sekali.

 

Langkah-Langkah Menanam Tabulampot

  1. Pemilihan Pot

Pot yang akan digunakan untuk menanam dipilih sesuai dengan jenis tanamannya. Tanaman berakar panjang membutuhkan pot ukuran lebih besar, misalnya tanaman mangga. Tanaman mangga membutuhkan pot berdiameter 70-80 cm, tanaman jeruk membutuhkan pot berdiameter 50 cm. Agar lebih terlihat indah, ukuran pot juga harus sesuai dengan umur dan besar tanaman. Bibit dengan tinggi 50-60 cm lebih cocok ditanam pada pot berdiameter 35 cm, sedangkan bibit yang sduah mencapai tinggi 1,5 m dibutuhkan pot berdiameter 60-80 cm.

  1. Menyiapkan Media Tanam

  • Sebagai medaia tanamnya, campurkan satu bagian tanah, satu bagian sekam padi dan dua bagian pupuk kandang
  • Atau dapat juga berupa campuran 2 karung tanah gunung (pasir malang) dengan dua karung pupuk kandang
  • Bisa juga menggunakan pupuk kotoran gunung, dengan dosis 1 kg untuk setiap pot. Untuk hasil yang optimal, gunakan produk pupuk organik NASA dari PT. Natural Nusantara seperti SUPERNASA sesuai dengan anjuran dosis
  • Ada satu lagi yang dapat digunakan sebagai media tanam, yaitu campuran tiga bagian serutan kayu dan satu bagian tanah

Prinsip resep tersebut sebenarnya adalah sama. Ada yang memberikan pupuk kandang dan bahan organik dalam ukuran yang lebih besar daripada ukuran tanah. Hal tersebut bertujuan supaya tanaman memperoleh cukup bahan makanan (unsur hara).

Untuk hasil maksimal, campurkan media tanam dengan Produk NASA yaitu SUPERNASA dan Natural GLIO.

  1. Masukan Media

Pot yang telah dipilih kemudian diberi lubang-lubang drainase di bagian bawahnya. Sebelum memasukkan campuran media tanam, lubang drainase ditutup dengan kerikil atau batu supaya media tanam tidak ikut terbuang bersama air siraman. Media tanam diisikan ke dalam pot sebanyak ¾ dari volume pot.

  1. Menanam Bibit

Siapkan bibit dalam polybag yang akan dipindahkan ke dalam pot. Bibit harus disiram terlebih dahulu sebelum dipindah, agar tanah dalam polybag tidak hancur. Kemudian sisi polybag digunting, dan tanaman dikeluarkan dengan hati-hati. Jangan sampai kumpulan tanah dalam polybag pecah, karena jika tanah pecah akan menyebabkan akar tanaman putus.

  1. Tanam Di Tengah Pot

  • Bibit ditanam di tengah pot, lalu media tanam diisikan ke dalam pot jangan sampai penuh. Batas pengisian media maksimal 10 cm dari bibit pot. Sehingga media tidak akan berhamburan terbuang saat disiram
  • Setelah tanam, tanaman harus segera disiram. Penyiraman sebaiknya jangan terlalu banyak agar media tidak cepat mengeras. Seminggu awal penanaman, tanaman diletakkan di tempat yang teduh. Jika perawatannya baik, diperkirakan 1-2 tahun kemudian tanaman sudah bisa dipanen.

 

Cara Merawat Tabulampot

  1. Penyiraman

Saat musim kemarau, penyiraman dilakukan setiap hari, pagi atau sore. Pada musim hujan, penyiraman hanya dilakukan saat tanah terlihat kering. Penyiraman menggunakan selang air atau gembor.

  1. Pangkas Cabang Tidak Penting

Ada tiga tujuan pemangkasan tabulampot yaitu pemangkasan bentuk (untuk membentuk tajuk baru dan mengatur postur tanaman agar sinar matahari bisa menembus semua bagian tanaman), pemangkasan produksi (untuk merangsang pembungaan, dilakukan pada batang yang terlihat berpenyakit), pemangkasan peremajaan (dilakukan terhadap tanaman yang sudah tua, dengan mengganti media tanam dan pot, memangkas cabang-cabangnya dan hanya menyisakan batang primer saja).

  1. Pemberian Pupuk

Pemupukan menjadi hal sangat penting karena media tabulampot memiliki cadangan nutrisi yang sangat terbatas. Pemupukan dilakukan satu bulan setelah tanam, selanjutnya 3-4 bulan sekali.

  • Untuk pembibitan

Satu sendok makan SUPERNASA dicampur dengan 10 liter air, disiramkan dengan dosis 200 ml per batang.

Dilakukan satu minggu sekali

  • Untuk tanaman umur diatas 3 tahun

Satu sendok makan Power Nutrition dicampur dengan 10 liter air, disiramkan dengan dosis 1-1,5 liter per batang.

Dilakukan 1 minggu sekali.

  • Untuk penyemprotan bagian daun

3-4 tutup botol POC NASA dicampur 1 tutup botol HORMONIK, untuk dimasukkan ke dalam tangki semprot berisi 10 liter air.

Penyemprotan secukupnya pada bagian bawah daun, saat pagi dan sore hari. Dilakukan 1 minggu sekali.

Alternatif lain untuk penyemprotan :

Satu sachet pupuk Green Star dicampur dengan 14-17 liter air sampai rata

Masukkan ke dalam tangki semprot. Satu tangki semprot dapat untuk menyemprot sebanyak 1.000-2.000 polibag

Dilakukan satu minggu sekali

  • Untuk pembuahan bibit di luar musim

Setiap tanaman diberi NPK 1,5-2 kg ditambah 1 sdm Power Nutrition dengan takaran 10 liter air per pohon. Akan lebih maksimal lagi jika ditambah POC NASA sebanyak 3-4 tutup botol dan HORMONIK sebanyak 1 tutup botol per tangki semprot (10 liter air) sebanyak 3-4 kali semprotkan secara merata pada bagian batang dan daun.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian terhadap serangan hama dan penyakit sebaiknya dilakukan sejak dini, sejak awal memilih bibit. Belilah bibit yang terpercaya dan memiliki sertifikat bibit. Pencegahan terhadap serangan hama dan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan media tanam dan kebun, karena gulma dan rumput liar di sekitar kebun bisa menjadi sumber hama dan penyakit.

Untuk tabulampot yang sudah kadung terserang penyakit, langkah pertama yang bisa dilakukan yaitu memberantas secara manual dengan cara memungut ulat yang menyerang atau memangkas dahan yang terserang penyakit.

Pada saat berbuah, lindungi buah dengan plastik atau jaring pelindung. Atau dengan menggunakan METILAT Lem untuk memerangkap alat buah. Tidak dianjurkan untuk memberantas hama menggunakan pestisida kimia karena biasanya tabulampot dibudidayakan di sekitar pemukiman warga, sehingga akan sangat berbahaya dan dapat mencemari lingkungan.

  1. Mengganti Media Tanam dan Pot

Tabulampot yang sudah mencapai ukuran tertentu perlu dipindahkan ke ruang tabulampot yang lebih besar beserta pot dan media tanamnya. Akar yang panjangnya sudah mencapai 25 cm harus dipangkas. Kepadatan akar juga harus dikurangi, begitu juga pemangkasan daun dan batang untuk mengurangi penguapan.

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA

6 Komentar

Tulis Komentar