0 di keranjang

Tidak ada produk di keranjang.

Produk Organik Alami Natural Nusantara

Panduan Budidaya Sawi Putih Organik

Sawi Putih (Brassica rapa) dikenal sebagai sayuran olahan dalam masakan Tionghoa; karena itu disebut juga sawi cina. Sebutan lainnya adalah petsai. Disebut sawi putih karena daunnya yang cenderung kuning pucat dan tangkai daunnya putih, beraroma khas namun netral. Sawi putih dapat dilihat penggunaannya pada asinan (diawetkan dalam cairan gula dan garam), dalam cap cai, atau pada sup bening.

Sawi putih berbentuk memanjang, seperti silinder dengan pangkal membulat seperti peluru. Warnannya putih. Daunnya tumbuh membentuk roset yang sangat rapat satu sama lain.

Sawi putih hanya tumbuh baik pada tempat-tempat sejuk, sehingga di Indonesia ditanam di dataran tinggi. Tanaman ini dipanen selagi masih pada tahap vegetatif (belum berbunga). Bagian yang dipanen adalah keseluruhan bagian tubuh yang berada di permukaan tanah. Produksinya tidak terlalu tinggi di Indonesia.

Sayuran ini populer di Tiongkok, Jepang, dan Korea. Di Korea, kultivar lokal sawi putih dipakai sebagai bahan baku kimchi, makanan khas Korea.

Cara Budidaya Sawi Putih

1. Iklim

Untuk melakukan budidaya sawi putih ini kita harus mengetahui terlebih dahulu keadaan iklim yang cocok untuk pembudidayaan, karena keadaan iklim ini salah datu faktor awal atau utama untuk keberhasilan perkembangan budidaya sawi putih ini ke depannya.

Suhu udara yang cocok untuk pertumbuhan sawi putih ini yaitu antara 19°C – 21°C. Suhu udara yang terlalu tinggi dari batas yang telah ditentukan akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan tanaman sawi dan tidak akan tumbuh dengan sempurna.

Kelembaban udara yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman sawi putih yang optimal berkisar antara 80% – 90%. Kelembaban udara diatas 90% akan berdapat negative terhadap tanaman sawi putihaa, tanaman akan mengalami pertumbuhan yang tidak sempurna, tinaman tidak subur, kualitas daun jelek, dan apabila pemnanam ditujukan untuk pembenihan maka produksi biji pun rendah.

Curah hujan yang baik untuk tanaman sawi putih ini ialah 1000-1500 mm/tahun, dan perlu diketahui, bahwa tanaman sawi tidak menyukai air yang berlebihan atau menggenang.

Tanah

Tanah yang baik untuk media budidaya tanaman sawi putih ini yaitu, yang subur, tanah, gembur, memiliki kedalaman yang cukup dalam, dan tanah mudah mengikat air. Permukaan tanah yang memiliki ketinggian 1000m dpl sangat cocok untuk tanaman ini.

2. Waktu Yang Tepat

Sawi putih akan lebih baik ketika mulai penanamannya pada akhir musim penghujan dan memasuki musim kemarau, biasanya bertepatan pada bulan Maret – April. Apabila penanaman dilakukan pada musim penghujan, hal tersebut rentan terhadap serangan hama dan penyakit.

3. Lahan

Pertama penyiapan lahan untuk persemaian benih, tempat untuk persemaian yang baik ialah:

  • Tempat harus mendapatkan sinar matahari yang penuh
  • Harus dekat dengan sumber air yang bersih dan banyak
  • Tempat persemaian harus dekat dengan rumah atau camp supaya mudah diawasi
  • Tempat persemain tidak jauh dari lahan penananam atau kebun
  • Tidak terkena banjir atau air menggenang
  • Media tanam untuk persemaian harus subur, gembur, dan dapat menahan air dengan baik
  • Tempat persemaian harus bebas dari tanaman pengganggu, seperti rumput, sisa-sisa tanaman lain, dan batu-batu kecil

Bibit tanaman sawi putih dapat ditanam dilahan terbuka atau kebun pada umur 21-30 hari, sedangkan persiapan tanah persemaian 15 hari. Maka, persiapan tanah persemaian harus dilakukan lebih awal berselisih 36-45 hari dari jadwal saat tanam di kebun. Sehingga waktu tanam akan tepat.

4. Pembibitan

Banyak para petani yang membudidayakan tanaman sawi dengan melalui pembibitan generative (melalui biji). Untuk mendapatkan bibit yang baik maka perlu disemai terlebih dahulu sebelum ditanam di kebun, karena benih yang langsung ditanam di kebun biasanya hasilnya kurang baik.

Ada beberapa cara untuk mendapatkan benih yang baik:

  • Pilih biji yang utuh yaitu tidak cacat atau luka, karena biji yang cacat akan sulit tumbuh, kalaupun tumbuh mutunya jelek.
  • Tidak terserang hama dan penyakit
  • Tidak tercampur dengan biji jenis lain
  • Biji tidak keriput, untuk memisahkan antara yang keriput dan tidak, caranya dengan melakukan perendaman, dan biji yang baik akan tenggelam dan yang keriput akan mengapung.

5. Pengolahan Tanah

Lahan tanam sawi harus sudah diolah 3 minggu sebelum tanaman sawi dipindahkan dari persemaian. Pengolahan tanah dilakukan tiga tahap, tahap pertama tanah dibajak dengan mesin traktor atau manual dengan kedalaman 30-40 cm. tanah yang sudah dibajak dibiarkan selama 1 minggu. Dengan demikian tanah kan mengalami proses pemasaman atau oksidasi.

Setelah 1 minggu lahan diolah kembali pada tahap kedua. Pada tahap ini tanah digemburkan dengan cangkul, supaya tanah menjadi remah, dan sekaligus diratakan. Kemudian tanah dibiarkan lagi selama 1 minggu agar tanah terangin-angin dan terkena sinar matahari.

Tahap ketiga, yaitu tahap penggemburan tanah lagi dengan cangkul tipis-tipis sedalam 30 cm dan sekaligus dilakukan pembuatan bedengan dan selokan.

6. Pembuatan Bedengan

Ukuran lebar bedengan yaitu 100 cm -120 cmdan panjang 30 cm 40 cm, tergantung varietas yang akan ditanam. Tanaman yang ditanam pada musim penghujan sebaiknya ukuran tinggi bedengan 40 cm agar tanaman terhindar dari genangan air. Sedangkan untuk selokan lebarnya 40 cm. dan pada sekeliling bedengan dibuat drainase selebar 50 cm.

7. Pemberian Pupuk Dasar

Pemberian pupuk dasar ini biasanya dilakukan berbarengan pada saat pembuatan bedengan. Pupuk yang diberikan terdiri dari pupuk kandang, kompos, atau pupuk hijau. Dosis pupuk kandang yang diberikan 10-20 ton/ha. Untuk menggantikan atau mengurangi jumlah kebutuhan pupuk kandang, berikan pupuk tambahan berupa SUPERNASA dan Natural Glio yang dilarutkan dengan air.

8. Pemasangan Mulsa plastik

Untuk menjaga kualitas tanaman sawi, penggunaan mulsa plastic hitam perak dapat diterapkan. Dengan menggunakan mulsa plastic hitam perak pada bedengan penanaman dapat memberikan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan bididaya tanpa menggunakan mulsa plastic hitam perak.

Penanaman Bibit

Ada beberapa tahapan penanaman sawi putih dilahan terbuka atau kebun, seperti, pemindahan bibit dan seleksi bibit, pengaturan jarak tanam, cara menanam, dan waktu menanam.

Cara memindahkan bibit dari tempat persemaian ke kebun dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan system cabut dan system putaran.

  • System cabut, yaitu bibit dicabut secara hati-hati (pelan), untuk mencegah kerusakan pada akar pada saat mencabut sebaiknya tanah disiram air sedikit hingga cukup basah. Kemudian tanaman ditanam ke dalam lubang tanam yang dipersiapkan di kebun.
  • System putaran, yaitu bibit dicabut beserta tanahnya. Sebelumnya tanah disiram oleh air sampai cukup basah. Setelah itu, tanaman bisa langsung ditanam kedalam lubang tanam yang sudah dipersiapkan di kebun.

9. Penyulaman

Bibit yang ditanam di kebun tidak semuanya tumbuh dengan sempurna, seperti, tanaman rusak, tumbuh kerdil dan kurus, bahkan tanaman ada yang mati. Tanaman-tanaman yang mengalami gangguan atau mati harus segera diganti dengan tanaman yang baru agar produksinya tetap tinggi. Penyulaman biasanya dilakukan seminggu setelah penanaman.

10. Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan dilakukan setelah pemupukan dasar yang telah dilakukan pada saat pengolahan tanah. Pupuk yang diberikan pada pemupukan kedua yaitu pupuk organic atau pupuk kimia buatan pabrik. Jenis pupuk yang anorganik diberikan adalah pupuk Nitrogen (N), pupuk Phosphat (P) dan pupuk Kalium (K). jenis pupuk NPK ini sangat penting diberikan, karena untuk menambah kekurangan unsur hara NPK yang terdapat dalam pupuk kandang dan yang terdapat di dalam tanah.

Lakukan pmupukan tambahan dengan penyemprotan POC NASA. Gunakan dosis 3 – 4 tutup per tangki ditambah HORMONIK 1-2 tutup per tangki. Penyemprotan dilakukan setiap 1 minggu sekali.

11. Penyiangan

Proses penyiangan dilakukan supaya tanaman kecil atau rumput-rumput dan gulma tidak mengambil zat-zat makanan tanaman sawi. Ada dua cara untuk melakukan penyiangan ini yaitu proses manual, mekanik dan kimiawi.

Proses manual dapat dilakukan dengan mencabut rumput-rumput dan gulma dengan tangan atau cangkul. Sedangkan proses secara kimiawi yaitu dengan cara menggunakan obat-obatan pembunuh rumput dan gulma. Sedangkan secara mekanik, yaitu pencabutan rumput dan gulma dilakukan oleh mesin.

12. Penyemprotan Pestisida

Sebelum hama menyerang tanaman, lakukan penyemprotan pestisida. Penyemprotan dapat juga dilakukan secara rutin setiap 1-2 minggu sekali. Untuk dosis pestisida yang digunakan, tergantung dari tingkat populasi hama.

13. Panen dan Pascapanen

Hasil panen tersebut selanjutnya dikumpulkan di tempat yang teduh dan terlindung dari hujan serta panas.

Demikian pembahasan mengenai Cara Menanam Sawi Putih hingga panen. Semoga artikel ini dapat membantu Anda yang sedang melakukan usaha budidaya sawi putih. Produk pertanian NASA untuk tanaman sawi putih dapat Anda dapatkan dari distributor resmi PT Natural Nusantara.

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA