0 di keranjang

Tidak ada produk di keranjang.

Produk Organik Alami Natural Nusantara

Pupuk Kandang

Pupuk Kandang – Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan yang bermanfaat untuk menambah unsur hara bagi tanaman. Pupuk kandang berfungsi untuk memperbaiki sifat kimia, fisik, dan biologi tanah. Komposisi unsur hara yang terkandung dalam pupuk kandang sangat tergantung pada jenis hewan, alas kandang, umur dan pakan yang diberikan ke hewan tersebut.

Secara umum, kotoran hewan mengandung unsur hara makro seperti nitrogen (N), kalium (K), fosfor (F), magnesium (Mg), kalsium (Ca), dan belerang (S). Kadar unsur hara makro dalam pupuk kandang jauh lebih kecil dibanding pupuk kimia sintetis. Oleh karena itu, dibutuhkan pupuk kandang dalam jumlah banyak untuk menyamai pemberian pupuk kimia.

Pupuk kandang dapat merangsang aktivitas biologi tanah dan memperbaiki sifat fisik tanah. Namun kelemahannya adalah memiliki bentuk yang kamba (bulky) dan tidak steril, mengandung biji-bijian gulma dan berbagai bibit penyakit dan parasit tanaman.

 

Jenis Pupuk Kandang

  1. Kotoran Sapi

Pupuk kandang dari kotoran sapi mengandung serat yang tinggi. serat (selulosa) adalah senyawa rantai karbon yang membutuhkan proses dekomposisi lebih lanjut. Oleh karena itu, kotoran sapi tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai pupuk dalam bentuk segar, perlu proses pengomposan terlebih dahulu.

Selain serat, kotoran sapi juga mempunyai kadar air yang tinggi. hal itu yang menyebabkan kotoran sapi disebut sebagai pupuk dingin. Kotoran sapi yang telah menjadi kompos memiliki ciri berwarna hitam gelap, bertekstur gembur, tidak lengket, suhunya dingin dan tidak berbau.

  1. Kotoran Ayam

Pupuk kandang dari kotoran ayam banyak diminati oleh pera petani sayuran daun. Karena reaksinya yang cepat, cocok dengan karakter sayuran daun yang mempunyai siklus tanam pendek. Pupuk kandang dari kotoran ayam memiliki kandungan unsur hara N yang tinggi dibanding pupuk kandang jenis lain. Unsur N dalam kotoran ayam dapat diserap secara langsung oleh tanaman, sehingga tidak membutuhkan proses dekomposisi terlebih dahulu.

Pupuk kandang ayam biasanya diambil dalam bentuk campuran sekam padi. Sekam padi digunakan oleh peternak ayam sebagai alas kandang. Saat kandang dibersihkan, kotoran akan bercampur dengan sekam tersebut. Sekam padi juga dapat memperkaya zat hara untuk tanah dan tanaman terutama unsur K.

Kelemahan pupuk kandang dari kotoran ayam adalah kotoran ayam rentan membawa bibit penyakit terutama jenis Salmonella. Kelamahan yang lain adalah penggunaan obat-obatan akan terbawa ke dalam kotoran ayam. Oleh karena itu, pemanfaatannya harus hati-hati dan digunakan sesuai kebutuhan.

  1. Kotoran Kambing

Kotoran kambing sama halnya dengan kotoran sapi, dianjurkan untuk dikomposkan terlebih dhaulu sebelum digunakan sebagai pupuk. Ciri kotoran kambing yang telah dikomposkan yaitu terksturnya kering, suhunya dingin dan tidak berbau.

Kandungan unsur K pada pupuk kambing yang tinggi dapat lebih bermanfaat jika diaplikasikan pada pemupukan kedua untuk merangsang tumbuhnya bunga dan buah.

  1. Air Kencing (Urine)

Urine hewan ternak juga dapat dijadikan pupuk tanaman. Karena mengandung kadar nitogen yang tinggi, sulfur dan pospat. Urine kelinci merupakan urine yang paling populer digunakan sebagai pupuk cair. Karena urine kelinci mengandung unsur N yang tinggi sekitar 2,72%.

Cara penggunaan urine kelinci sebagai pupuk adalah encerkan 1 liter urine ke dalam 20 liter air bersih. Campuran tersebut kemudian disemprotkan pada tanaman sebagai pupuk daun. Pupuk urine juga bisa dicampur dengan pupuk kandang padat (kotoran) dan diaplikasikan sebagai pupuk tanah.

 

Pupuk Kandang Matang (Kompos)

Proses pengomposan pupuk kandang bermanfaat untuk menguraikan bahan-bahan organik yang terkandung dalam kotoran ternak untuk dijadikan sebagai sumber-sumber hara yang stabil dan bisa diserap tanaman. Saat proses pengomposan, kotoran hewan akan mengeluarkan panas, energi panas ini akan membunuh bibit penyakit dalam kotoran dan mematikan biji-bijian gulma (penyebab tanaman liar). Sehingga pupuk kandang yang telah melewati proses pengomposan menjadi relatif lebih aman dari penyakit dan hama tanaman.

Pengomposan (pembuatan kompos) dari pupuk kandang akan lebih efektif jika ditambahkan dengan inokulan seperti EM3 dan dibolak balik setiap hari. Tetapi para peternak banyak yang membiarkan kotoran ternak menumpuk hingga menjadi pupuk matang.

 

Aplikasi Pupuk Kandang

Penggunaan pupuk kandang pada lahan kering dapat diberikan dengan cara disebar ke tanah, dicampur saat pengolahan lahan awal, diberikan ke dalam larikan, atau diberikan ke lubang tanam. Petani tanaman sayuran baisanya memberikan pupuk kandang dalam jumlah besar dengan dosis sekitar 20-75 ton per 1 hektar tanah. Tanaman pangan seperti jagung dan kacang-kacangan diberikan lebih sedikit.

Pupuk kandang akan lebih efektif jika diberikan saat musim tanam kedua dan selanjutnya. Hasil penelitian Balittanah terhadap tanaman jagung, menunjukkan pada pemberian musim pertana hanya dapat menambah hasil panen 6%, namun pemberian pada musim kedua hasil panen meningkat hingga 40%.

Pupuk kandang dari kotoran uanggas akan memberikan hasil yang lebih cepat dibandingkan dengan kotoran sapi atau kambing. Karena unsur hara pada kotoran unggas dapat langsung diserap oleh tanaman. Sementara kotoran sapi dan kambing membutuhkan proses penguraian terlebih dahulu.

Pemberian pupuk kandang di lahan sawah cenderung lebih sedikit dibanding lahan kering (sayuran dan pangan). Biasanya para petani menggunakan pupuk kandang sebagai tambahan pupuk kimia dengan dosis kurang dari 2 ton per 1 hektar tanah.

 

Kelebihan dan Kekurangan Pupuk Kandang

  1. Kelebihn Pupuk Kandang

  • Pupuk kandang mengandung unsur hara lengkap (makro dan mikro) yang tidak dimiliki oleh pupuk kimia.
  • Membantu menjaga kelembaban tanah
  • Pupuk kandang mengandung asam-asam organik, yaitu asam fulfic, asam humic, anzim dan hormon yang tidak terdapat dalam pupuk kimia. Beberapa asam organik tersebut memiliki manfaat untuk tanaman, lingkungan dan mikroorganisme tanah.
  • Dapat memperbaiki dan menjaga struktur tanah
  • Pupuk kandang mengandung mikro dan makro organisme tanah yang memiliki pengaruh baik untuk memperbaiki sifat fisik dan sifat biologis tanah.
  • Menjadi penyangga pH tanah
  • Tidak merusak lingkungan
  • Aman dipakai dalam jumlah yang besar atau berlebih
  1. Kekurangan Pupuk Kandang

  • Volume yang dibutuhkan sangat besar yaitu sekitar 20-40 ton pe ha. Tetapi ketersediannya sangat terbatas
  • Biaya ekonominya tinggi, meliputi biaya pembelian, biaya aplikasi dan biaya angkut
  • Kandungan hara makro pada pupuk kandang relatif rendah sehingga membutuhkan jumlah yang banyak
  • Tidak dapat digunakan secara langsung (harus melalui proses fermentasi atau pengomposan)
  • Pupuk kandang dapat membawa bibit penyakit dan gulma
  • Cara aplikasinya kurang praktis

 

Pupuk NASA Solusi Pengganti Pupuk Kandang

Natural Nusantara memproduksi pupuk organik sebagai pengganti pupuk kandang yang dinilai kurang efisien karena saat penggunaannya membutuhkan jumlah yang cukup banyak. Produk pupuk organik tersebut adalah SUPERNASA dan POC NASA yang dapat menggantikan pupuk kandang.

1 liter POC NASA setara dengan 1 ton (1000 kg) pupuk kandang

1 kg SUPERNASA setara dengan 2-3 ton pupuk kandang

Hal tersebut dapat diibaratkan satu ton tebu yang diambil ekstraknya (gulanya), 1 ton tebu setelah menjadi gula mungkin hanya dapat menjadi beberapa kilo gula saja. Unsur hara (sari pati) dalam 1 ton pupuk kandang tidak mencapai 1 ton, tetapi hanya akan menjadi beberapa gram saja. POC NASA dan SUPERNASA sudah dalam wujud sari pati atau ekstrak dari pupuk kandang kompos.

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA

Tulis Komentar