0 di keranjang

Tidak ada produk di keranjang.

Produk Organik Alami Natural Nusantara

Mengapa Orong-Orong Harus Dibasmi?

Orong-orong atau Anjing tanah merupakan serangga yang hidup di dalam tanah dengan ciri khas sepasang tungkai depan yang bentuknya menyerupai cangkul bergigi. Tungkai tersebut berfungsi untuk menggali tanah atau berenang.

Orong-orong adalah sejenis serangga dari famili Gryllotalpidae, dalam bahasa Jawa sering disebut orong-orong atau keredek. Orang Sunda menyebut orong-orong dengan sebutan goang. Dalam bahasa Toba, orong-orong dikenal dengan nama singke. Hewan yang sering dinamai juga sebagai gangsir tanah ini, dalam bahasa inggris disebut mole cricket.

Ciri khas lain dari orong-orong selain tungkai depan yang besar dan bergigi yaitu orong-orong juga memiliki bentuk kepala khas yang besar dan bercangkang keras dan memiliki sepasang sayap kecil. orong-orong berwarna kecoklatan hingga kehitaman dengan panjang tubuh sekitar 27-35 mm. Secara sekilas, orong-orong memang terlihat sedikit menakutkan dan primitif. Tidak mengherankan, karena orong-orong (mole cricket) ini diperkirakan telah ada sejak 35 juta tahun silam.

Orong-orong atau anjing tanah merupakan hewan nokturnal. Artinya hewan yang lebih sering melakukan aktifitas hidup di malam hari. Orong-orong juga mampu mengeluarkan suara melalui organ stridulasi seperti jangkrik. Namun, suara stridulasi orong-orong terdengar lebih monoton dibandingkan jangkrik. Orong-orong mengeluarkan suaranya dari dalam lubang persembunyian (rumahnya) yang berupa terowongan di dalam tanah.

Hewan yang sering ditemukan di pemukiman penduduk di desa ini ternyata mempunyai kemampuan terbang yang jauh. Orong-orong memiliki kemampuan terbang sejauh 8 km ketika sedang berusaha mencari pasangan kawin.

Orong-orong merupakan hewan karnivora. Karena orong-orong memakan cacing tanah dan larva-larva serangga lain. Orong-orong juga sering memakan akar, tunas-tunas tanaman dan rumput-rumputan. Pemangsa alami orong-orong bermacam-macam yaitu burung, tikus, ayam, sigung hingga rubah.

Diperkirakan ada sekitar 60 jenis orong-orong di seluruh dunia. Spesies orong-orong terkelompokkan ke dalam 3 genus yaitu Scapteriscus, Gryllotalpa, dan Neocultilla. Sedangkan spesies orong-orong yang terdapat di Indonesia yaitu Gryllotalpa orientalis, Gryllotalpa hirsuta, Gryllotalpa hexadactyla, dan Gryllotalpa brachyptera.

Serangga orong-orong ini ternyata ditemui di hampir seluruh wilayah bumi kecfuali di daerah kutub. Orong-orong tinggal di daerah ladang yang kering, pekarangan rumah dan lapangan perut. Orong-orong ini membuat lubang di tanah sebagai tempat tinggal.

Bagi manusia, serangga orong-orong dianggap kurang bermanfaat bahkan cenderung merugikan. Karena orong-orong sering kali menjadi hama pertanian yang merugikan para petani. Orong-orong sering memakan tunas-tunas padi dan memakan bagian perakaran pada beberapa tanaman pertanian. Akan tetapi di kawasan Asia Timur, orong-orong terkadang disantap oleh manusia. Di Negara Cina, sekresi orong-orong dimanfaatkan sebagai campuran obat. Selain disantap sebagai makanan, dijadikan sebagai campuran obat, orong-orong banyak dijadikan sebagai pakan burung.

Cara Pengendalian Hama Orong-Orong

  • Pengolahan tanah dilakukan dengan baik dan benar, seperti mencangkul, menggaru dan pemberian pupuk
  • Dianjurkan untuk menggunakan Pupuk Organik NASA (POC NASA atau SUPERNASA) saat melakukan olah tanah. Pupuk organik NASA dicampur dengan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. Pupuk kimia pemakaiannya dikurangi 30% dari anjuran dinas pertanian setempat.
  • Lakukan penggenangan sawah. Penggenangan sawah bermanfaat untuk membunuh telur dan nimfa orong-orong
  • Pengendalian orong-orong dengan cara mekanis pada saat pengolahan tanah dapat dilakukan dengan cara memusnahkannya langsung
  • Gunakan perangkap lampu
  • Cara pengendalian lain yaitu dengan pemakaian Natural Glio yang telah difermentasikan dengan pupuk kandang. Cara fermentasinya yaitu: 1 kotak Natural Glio dicampur dengan 50 kg pupuk kandang dibiarkan selama 2 minggu. Setelah itu, campuran Natural Glio dan pupuk kandang tersebut dimasukkan ke lubang tanam sebelum bibit di tanam. Hal ini merupakan upaya pencegahan terhadap hama orong-orong sejak awal tanam.

Orong-orong Untuk Mendongkrak Stamina Burung Kacer

Sama halnya dengan jangkrik, orong-orong dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan / EF untuk burung kacer. Namun orong-orong berbeda dengan jangkrik. Orong-orong mempunyai tubuh yang lebih panjang dibandingkan jangkrik dan mampu terbang dalam jarak cukup jauh terutama saat mencari pasangan kawinnya.

Jangkrik dan orong-orong memiliki protein yang tinggi sehingga dapat sehingga sering dimanfaatkan sebagai pakan untuk hewan peliharaan, khususnya burung kicauan dan reptil. Beberapa peminat burung kicau sering menjadikan orong-orong sebagai pakan tambahan untuk burung kicauan mereka. Tetapi para peminat burung kicau tersebut hanya memberikan orong-orong sebagai pakan ketika jangkrik dan kroto sedang langka di pasaran. Padahal orong-orong juga berkhasiat untuk mendongkrak stamina dan mental burung kicauan, khususnya kacer.

Cara penyajian orong-orong untuk burung kacer :

  • Orong-orong mempunyai bagian kepala dan kaki depan yang keras. Oleh karena itu, bagian kepala dan kaki orong-orong harus dipotong dan dibuang agar langsung dapat dapat langsung dikonsumsi oleh burung kacer.
  • Orong-orong bisa juga diberikan dalam bentuk kering atau sudah dikeringkan dengan cara meniru pembuatan jangkrik kering seperti yang sudah pernah diulas di sini.
  • Pemberian orong-orong dapat disesuaikan dengan kondisi burung kacer. Misalnya burung bakalan atau kacer yang kurang birahi bisa diberi 2-3 ekor / hari. Untuk kacer yang sudah gacor, tetapi mentalnya belum bagus, cukup diberikan 1 ekor / hari.
  • Agar hasilnya lebih efektif, pemberian orong-orong sebaiknya disertai pakan tambahan lain seperti jangkrik / kroto, sesuai dengan pola perawatan yang diterapkan.

Pengendalian hama orong-orong juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan orong-orong sebagai pakan untuk burung kacer. Karena hal ini dapat mengurangi populasi orong-orong yang sangat merugikan para petani. Demikian artikel mengenai Cara Membasmi Hama Orong-Orong. Semoga bermanfaat.

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA