0 di keranjang

Tidak ada produk di keranjang.

Produk Organik Alami Natural Nusantara

Kopi Robusta

Kopi Robusta – Kopi yaitu minuman hasil seduhan dari biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan dan menjadi bubuk. Robusta berasal dari kata “robust” yang berarti kuat, sesuai dengan tingkat kekentalannya (body) yang kuat. Kopi robusta bukan termasuk spesies kopi karena jenis ini adalah turunan dari spesies Coffea canephora.

Tanaman kopi robusta bisa tumbuh di dataran rendah, tetapi lokasi paling baik untuk budidaya kopi robusta adalah pada ketinggian 400-800 mdpl. Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman kopi robusta yaitu sekitar 24-30ºC dengan curah hujan 2000-3000 mm per tahun.

Tanaman kopi robusta cocok ditanam di daerah tropis basah. Dengan pemeliharaan yang intensif tanaman kopi dapat mulai berbuah pada umur 2,5 tahun. Supaya dapat berbuah dengan baik, tanaman kopi membutuhkan waktu kering 3-4 bulan dalam setahun dengan beberapa kali turun hujan.

Tanaman kopi robusta membutuhkan tanah yang gembur dan mengandung banyak bahan organik, dengan tingkat keasaman tanah yang ideal di angka 5,5-6,5. Kopi robusta dianjurkan untuk dibudidayakan dibawah naungan pohon lain.

 

Karakteristik Tanaman

Cabang tempat tumbuh kopi tumbuh secara tegak lurus. Buah kopi tumbuh dari cabang primer yang tumbuh mendatar. Cabang primer tersebut bertekstur lentur sehingga membentuk tajuk seperti payung.

Bentuk daun tanaman kopi robusta yaitu bulat seperti telur dan ujungnya runcing. Daunnya tumbuh pada batang, cabang dan ranting. Pada batang dan cabang tumbuhnya tegak lurus dengan daun berselang-seling. Pada ranting dan cabang yang mendatar, daun tubuh pada bidang yang sama. Tanaman kopi robusta lebih tahan terhadap penyakit karat daun.

Tanaman kopi robusta dapat mulai berbunga pada umur 2 tahun. Tempat tumbuh bunga adalah pada ketiak cabang primer. Setiap ketiak terdapat 3-4 kelompok bunga. Bunga biasanya mekar diawal musim kemarau dan melakukan penyerbukan secara silang.

Buah kopi berwarna hijau dan akan berubah menjadi merah saat matang. Buah robusta akan tetap menempel kuat (tidak jatuh ke bawah)meskipun telah matang penuh. Dari buah mulai berbunga hingga siap panen memerlukan waktu sekitar 10-11 bulan.

Tanaman kopi robusta mempunyai akar yang pendek. Maka dibutuhkan tanah yang subur dan mengandung banyak kandungan organik. Tanaman kopi robusta cukup sensitif terhadap kekeringan.

 

Jenis Bibit Kopi Robusta

Kopi robusta dihasilkan dari turunan beberapa spesies terutama Canephora. Karena alasan itu, sumber bibit tanaman robusta tidak disebut varietas tetapi klon. Beberapa jenis klon robusta yang direkomendasikan Puslit Kota :

  1. Klon BP308

Merupakan tanaman unggul dan tahan terhadap serangan nematoda. Keunggulan lain klon ini adalah toleran terhadap tanah yang kurang subur. Klon BP308 dianjurkan untuk dijadikan batang bawah, sedang untuk bagian atasnya disambung dengan klon lain yang disesuaikan dengan agroklimat setempat.

  1. Klon BP42

Jenis ini mempunyai produktivitas 800-1200 kg/ha/tahun. Ukuran pohonnya sedang dan memiliki banyak cabang yang beruas pendek. Buah yang dihasilkan berukuran besar dan dompolan rapat.

  1. Klon SA436

Klon jenis ini produktivitasnya termasuk tinggi, mencapai 1600-2800 kg/ha/tahun. Bentuk biji dari jenis klon ini kecil dan berukuran tidak sama.

  1. Klon BP234

Klon jenis ini mempunyai produktivitas 800-1200 kg/ha/tahun. Bentuk pohonnya ramping dengan cabang yang lentur dan panjang. Buah yang dihasilkan berukuran agak kecil dan berukuran tidak sama.

 

Karakteristik Produk Kopi Robusta

Di pasaran, kopi robusta dijual dengan harga yang lebih murah dari kopi arabika. Sehingga menyebabkan para petani lebih menghemat biaya produksi dan mengabaikan penanganan setelah panen yang membuat mutu kopi yang dihasilkan menjadi rendah.

Aroma kopi robusta tidak sekuat arabika, dengan body (tingkat kekentalan) sedang hingga berat dan cita rasa yang pahit. Robusta memiliki kandungan kafein dua kali lipat lebih banyak daripada arabika, yaitu mencapai 1,7-4%.

 

Perdagangan Kopi Robusta

Sebanyak 99% perdagangan kopi dunia adalah jenis robusta dan arabika. Kopi robusta banyak diproduksi oleh negara-negara Afrika dan Asia Pasifik. Terdapat paradoks di dalam perkembangan perdagangan kopi robusta. Pada tahun 1950-an saat pertama kali robusta diperdagangkan di bursa London, harganya relatif sama dengan arabika. Pada waktu itu proporsi pangsa pasar kopi arabika 70-75% dan robusta 25-30%.

Kemudian keadaan menjadi berubah karena terjadi kenaikan produksi kopi robusta. Sekarang ini pangsa pasarnya naik diatas 30%, harganya turun berada di bawah kopi arabika hingga hampir setengahnya. Kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan karena lebih dari 80% produksi kopi dari Indonesia adalah robusta.

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA

Tulis Komentar