0 di keranjang

Tidak ada produk di keranjang.

Produk Organik Alami Natural Nusantara

Budidaya Cacing Tanah Super

Budidaya Cacing Tanah Super – Cacing tanah masuk ke dalam kelompok binatang tingkat rendah, karena cacing tidak memiliki tulang belakang. Cacing termasuk ke dalam kelas Oligochaeta. Di balik jijiknya cacing tanah untuk sebagian orang tapi cacing tanah mempunyai potensi yang luar biasa bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia. Pada sentra perikanan, cacing tanah berperan penting sebagai makanan yang paling baik untuk dunia perikanan. Sentra perikanan terbesar di Indonesia terdapat di Bandung, Sumedang dan sekitarnya.

Jenis Cacing Tanah

Cacing tanah memiliki jenis yang sangat banyak dan beragam, namun jenis cacing yang banyak dibudidayakan adalah jenis Lumbricidae, Megascolicidae, Eiseinia, Genus Lumbricus, Perionyx, Pheretima, Lidrillus dan Diplocardi. Sedangkan untuk yang paling populer dibudidayakan adalah jenis Periony, Pheretima dan Lumbricu. Ketiga jenis cacing tanah tersebut sangat mudah dibudidayakan. Karena cacing tersebut lebih senang hidup di tempat yang berasal bahan-bahan organik seperti sampah dapur atau pupuk kandang, dan kedua media tersebut sangat mudah didapat.

  1. Cacing tanah Lumbricus

Bentuk tubuhnya pipih, memiliki segmen sekitar 90-195, klitelum yang terletak pada segmen hanya sekitar 27-32 saja. Cacing jenis ini sangat lemah jika bersaing dengan cacing lain sehingga ukuran tubuhnya lebih kecil. Tetapi jika cacing ini dibudidayakan dengan pemberian pakan yang cukup, dapat mencapai besar lebih dari jenis ccaing yang lain.

  1. Cacing tanah Pheretima

Bentuk tubuhnya gilik panjang dengan silindris berwarna merah keunguan. Cacing jenis ini memiliki segmen antara 95-150 dan klitelumnya terletak pada segmen 14-16. Yang termasuk cacing jenis ini adalah cacing koot, cacing kalung dan cacing merah.

  1. Cacing tanah Perionyx

Bentuk tubuhnya gilik berwarna ungu tua hingga merah kecoklatan, memiliki segmen sekitar 75-165 dan klitelumnya terletak di segmen 13-17. Cacing jenis ini lebih sensitif manja sehingga lebih diperlukan penanganan khusus saat dibudidayakan.

Dari ketiga cacing tersebut, cacing jenis Lumbricus Rubellus adalah yang paling unggul dan mudah untuk dibudidayakan karena cacing tersebut mempunyai vitalitas yang bagus. Dengan pertumbuhan yang baik, cacing dapat menghasilkan telur lebih banyak.

Manfaat Cacing Tanah

  1. Sebagai pakan ternak, karena cacing memiliki kandungan protein yang tinggi. Hewan ternak yang dimaksud adalah unggas dan ikan.
  2. Sebagai bahan baku pembuatan obat. Cacing tanah dapat dijadikan sebagai bahan baku obat atau langsung digunakan sebagai obat untuk penyakit seperti demam, menurunkan tekanan darah, reumatik, menyembuhkan bronkitis, sakit gigi hingga tyfus.
  3. Untuk bahan baku kosmetik. Cacing tanah dijadikan untuk pembuatan bahan baku pembuatan kosmetik seperti pelembab kulit dan lipstik.
  4. Sebagai makanan manusia. Cacing tanah juga dapat dikonsumsi oleh manusia karena kandungan proteinnya yang cukup tinggi, bahkan lebih tinggi dari daging unggas dan hewan mamalia lainnya.

Persiapan Media Untuk Budidaya Cacing Tanah

  1. Tanah yang digunakan sebagai media untuk hidup cacing harus mengandung kandungan organik yang lebih banyak.
  2. Bahan organik dapat berasal dari kotoran ternak, daun-daun yang gugur, bangkai ternak dan lain-lain. Cacing tanah menyukai bahan yang mudah busuk begitu juga dengan makanannya.
  3. Cacing dapat hidup pada tanah asam dengan pH 6-7,2. Dengan kondisi pH tersebut cacing dapat tumbuh dengan baik.
  4. Media untuk hidup cacing harus memiliki kelembaban sekitar 15-30%.
  5. Menetasnya kokon dan juga bertumbuhnya bibit cacing tanah memerlukan suhu sekitar 15-25º
  6. Lokasi untuk budidaya cacing tanah hartus di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung. Sebaiknya letakkan di tempat yang mudah diawasi, misalnya di bawah pohon rindang, atau di pinggi rumah.

Teknik Budidaya Cacing Tanah

  1. Kandang Cacing Tanah

Kandang sebaiknya dibuat dari bahan yang tidak mahal dan mudah didapat seperti papan bekas, bambu, rumbia, ijuk atau genteng tanah liat. Dibuat dengan ukuran antara 1,5 x 18 m dengan tinggi 0,45 m. Kandang juga dibuat bertingkat dengan ukuran tersebut agar dapat menampung banyak seperti rak berbaki, kotak bertumpuk, panjing berjajar atau pancing bertingkat.

  1. Pembibitan Cacing Tanah

  • Pemilihan Bibit Untuk Calon Induk

Ciri cacing yang baik untuk dijadikan sebagai indukan adalah cacing harus sehat dan memiliki potensi tumbuh yang baik. Bibit ini dapat diambil dari alam bebas, dari tempat pembuangan kotoran unggas, atau tempat-tempat lain. Jika ingin beternak cacing dengan skala besar lebih baik membeli bibit untuk indukan dari penangkar cacing tanah yang sudah ada. Karena bibit tersebut pasti sudah terjamin sebagai bibit yang unggul.

  • Penebaran Bibit

Masukkan bibit cacing ke media tanah yang telah kita siapkan. Jika cacing tersebut masuk ke tanah dan tidak keluar selama 30 menit berarti media yang telah kita siapkan berhasil untuk budidaya cacing.

  • Perawatan Bibit Untuk Induk

Kandang dengan ukuran tinggi 0,3 m, panjang 2,5 m, dan lebar 1m, dapat diisi 10.000 ekor induk cacing. Perawatan dilakukan secara bertahap, yaitu merawat dengan jumlah kecil dan selanjutnya jika cacing sudah bertambah banyak, cacing yang tua dan yang muda sebaiknya dipisahkan supaya tidak terjadi kanibalisme.

Selanjutnya pada saat pemberian pakan, pakan diberikan sesuai dengan bobot cacing. Misal bobot bibit cacing 1 kg maka makanan yang dibutuhkan per harinya juga 1 kg. Pakan yang diberikan harus dicampur dnegan air dengan perbandingan 1:1. Media juga perlu diganti kurang lebih 2 minggu sekali.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama cacing bisa berasal dari binatang lain seperti unggas, katak, semut, atau binatang lain yang sering memangsa cacing. Untuk penyakit bisa dikendalikan dengan mengganti media tanah setiap 2 minggu sekali.

  1. Pemanenan

Binatang yang dianggap menjijikkan oleh sebagian orang ternyata mempunyai manfaat dan peluang pasar yang cukup luar biasa. Proses panen cacing tanah dapat menghasilkan dua hasil panen yaitu cacing dan kascing (bekas cacing).

Cara panen cacing tanah yaitu dengan memberikan lampu di bagian permukaan media, kemudian cacing akan naik dan berkumpul sehingga memudahkan untuk pemanenan. Jika saat panen terdapat kokon (telur cacing), sebaiknya telur tersebut dikembalikan seperti semula dan mengatur suhu media agar kokon menetas.

Demikian beberapa tips mengenai Cara Budidaya Cacing Tanah dengan hasil super. Semoga bermanfaat.

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA

4 Komentar

Tulis Komentar