0 di keranjang

Tidak ada produk di keranjang.

Produk Organik Alami Natural Nusantara

Cara Menanam Bawang Putih Pada Dataran Rendah Untuk Hasil Panen Maksimal

Cara Menanam Bawang Putih diawali dari proses pengolahan lahan. Bawang putih akan tumbuh tumbuh dengan baik pada lahan dengan tekstur tanah berlempung hingga lempung sedikit berpasir. Permintaan pasar terhadap bawang putih selalu mengalami peningkatan karena selain untuk bumbu masakan, bawang putih juga dapat digunakan untuk pengobatan. Padahal, produksi bawang putih dalam negeri belum mampu mencukupi kebutuhan pasar. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan pasar, pemerintah harus mengimpor bawang putih dari luar negeri.

Produksi bawang putih di Indonesia belum mampu mencukupi kebutuhan pasar karena terbatasnya jumlah petani yang menanam bawang putih yang dikarenakan terbatasnya varietas bawang putih yang ditanam. Saat ini, varietas bawang putih yang tersedia hanya cocok untuk ditanam di dataran tinggi (> 800 mdpl).

Varietas bawang putih dataran rendah memberikan peluang khususnya untuk ekstensifikasi bawang putih dalam negeri untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi bawah putih yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berikut ini varietas bawang putih yang cocok dikembangkan di dataran rendah :

  • Lumbu putih

Yogyakarta merupakan daerah yang pertama kali mengembangkan bawang putih varietas lumbu putih. Bawang putih dengan jenis lumbu putih ini memiliki umbi berwarna putih dan berat umbinya sekitar 7 gram dengan diameter umbi sekitar 3-3,5 cm, jumlah siung per umbinya sekitar 15-20 buah. Bawang putih jenis ini memiliki daun yang berukuran sempit yang lebarnya kurang dari 1 cm. Posisi daunnya tegak dan menghasilkan produksi rata-rata 4-7 ton per ha.

  • Jati bawang

Varietas ini banyak dikembangkan di daerah Brebes, Jawa Tengah. Ciri bawang putih varietas ini yaitu umbinya berwarna kekuningan namun kulit luarnya tetap berwarna putih. umbinya berukuran agak kecil dengan diameter sekitar 3,5 cm. Setiap umbinya memiliki berat sekitar 10-13 gram, jumlah siung per umbinya terdiri dari 15-20 buah. Dan rata-rata menghasilkan produksi sekitar 3-3,5 ton per ha.

  • Bagor varietas

Bawang putih varietas ini berasal dari Nganjuk, Jawa Timur. Memiliki kulit umbi buram berdiameter sekitar 3-3,5 cm. Umbinye berbentuk agak lonjong dan berwarna kuning dengan berat per umbinya hanya 8-10 gram dan berisi 14-21 siung per umbi. Varietas ini dapat menghasilkan 5-7 ton bawang putih dari satu hektar lahan.

  • Sanur

Sesuai namanya, bawang putih varietas sanur banyak dikembangkan di Pulau Dewata, Bali. Varietas ini memiliki umbi yang berukuran besar, berdimeter sekitar 3,5-4 cm. Setiap umbinya mempunyai berat sekitar 10-13 gram. Umbinya berwarna kuning namun selubung kulitnya berwarna putih. Dalam satu umbinya terdapat sekitar 15-20 siung. Dalam satu hektar lahan dapat menghasilkan bawang putih yang dapat dipanen sekitar 4-6 ton per ha.

Langkah-langkah Menanam Bawang Putih

1. Persiapan Lahan

Tanaman bawang putih dataran rendah dapat tumbuh pada hampir semua jenis tanah. Namun jenis tanah terbaik untuk menanam bawang putih pada dataran rendah adalah tanah bertekstur sedang (lempung sampai lempung berpasir) dengan pH 5,6 – 6,8. Jika pH tanah <5,6, lakukan pengapuran tanah menggunakan Dolomit dosis 1,5 ton per ha yang ditebarkan di atas bedengan kemudian diaduk agar bercampur rata dengan tanah dan biarkan selama 2 minggu. Bawang putih memang merupakan tanaman yang tahan terhadap suhu panas, namun akan tumbuh dengan baik pada daerah yang memiliki suhu dingin yaitu < 25 derajat Celcius. Waktu terbaik untuk menanam bawang putih pada dataran rendah yaitu pada bulan Mei, Juni atau Juli.

Pembajakan tanah juga merupakan kegiatan dalam menyiapkan lahan untuk menanam bawang putih. tanah dibajak sebanyak 2-3 kali dalam seminggu agar tanah lebih gembur. Setelah dibajak, langkah selanjutnya yaitu pembuatan bedengan. Bedengan dibuat dengan lebar 60-150 dan tinggi 20-50 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan luas lahan yang ada. Pada antar bedengan dibuat parit untuk irigasi dengan lebar 30-40 cm. Untuk pencegahan penyakit layu sejak sebelum tanam, gunakan Natural Glio sebanyak 100 gr (1 sachet) yang dicampur dengan 25-50 kgpupuk kandang matang dan dibiarkan (difermentasi) selama 1 minggu. Setelah di fermentasi selama 1 minggu, campuran tersebut disevar secara merata ke atas bedengan.

2. Penanaman

Umbi bibit yang ditanam harus memiliki ukuran yang seragam. Umbi ditaam sedalam 2-3 cm. Ukuran jarak tanamnya disesuaikan dengan ukuran siung yang digunakan. Misalnya apabila bobot siung lebih berat dari 1,5 gram gunakan jarak tanam 20 x 20 cm. Apabila bobot siung lebih ringan 1,5 gram, gunakan jarak tanam 15 x 15 cm atau 15 x 10 cm.

3. Pemupukan

Untuk pemupukan, kebutuhan pupuk yang digunakan yaitu Urea sebanyak 2-4 kg, ZA sebanyak 7-15 kg, dan SP-36 sebanyak 15-25 kg. Ketiga jenis pupuk tersebut dicampur merata untuk ditebar ke atas bedengan dan diaduk rata dengan tanah. Jika menggunakan pupuk majemuk NPK (15-15-15) gunakan dosis 20 kg per 1000 m2 lahan.

Sebagai tambahan agar pemupukan sempurna, siramkan pupuk SUPERNASA di atas bedengan. Dosis SUPERNASA yaitu 10 botol per 1000 m2 lahan. Cara aplikasinya adalah 1 botol SUPERNASA dincerkan dengan 3 liter air untuk dijadikan sebagai larutan induk. Lalu setiap 200 cc larutan induk ditambah dengan 50 liter air dan gunakan untuk menyiram bedengan.

4. Pemulsaan

Bedengan ditutup dengan jerami secara merata untuk mempertahankan kondisi tanah setelah penanaman. Pemulsaan berfungsi untuk mempertahankan kondisi tanah, mempertahankan suhu dan kelembaban permukaan dan untuk memperbaiki struktur tanah saat jerami telah membusuk. Pemulsaan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. Karena jika dilakukan pada musim hujan akan menyebabkan kelembaban semakin tinggi dan kurang baik untuk tanaman bawang putih.

Pengairan

Pengairan terhadap tanaman bawang putih dilakukan dengan menggenangi parit antar bedengan. Saat awal penanaman, penyiraman dilakukan setiap hari. Setelah tanamn tumbuh dengan baik, penyiraman hanya dilakukan satu minggu sekali. Penyiraman dihentikan saat tanaman sudah tua dan menjelang waktu panen atau sekitar 3 bulan setelah tanam dan pada saat daun tanaman sudah mulai menguning.

Pemeliharaan Tanaman Bawang Putih

Pemeliharaan tanaman bawang putih meliputi, penyiangan gulma, pembubunan atau perbaikan bedengan dengan selang waktu 20-30 hari. Penyiangan dihentikan ketika tanaman bawnag putih telah memasuki fase generatif karena akan mengganggu proses pembentukan dan pembesaran umbi. pembubunan atau perbaikan bedengan etrutama dilakukan terhadap tepi bedengan yang sering longsor saat diairi. Selain itu perlu diberikan pupuk susulan.

Pengendalian Hama dan Penyakit

  • Hama Ulat Bawang ( Litura dan S. Exigua)

Daun bawang yang terserang ulat ini akan berwarna putih dan berkilat seperti perak. Jika tanaman terlihat terserang ulat ini, penyiraman dilakukan pada siang hari. Lakukan pencegahan dengan Natural BVR atau Pestona.

  • Penyakit Bercak Ungu atau Trotol

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Alternaria porii yang disebarkan melalui umbi atau percikan air dari tanah. Gejala tanaman yang terserang yaitu terdapat bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putih kelabu pada daun. Tepi daunnya akan berwarna kuning dan ujungnya mengering. Lakukan pencegahan dengan Natural Glio.

  • Penyakit Antraknose atau Osmosis

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Colletotricum gloesporiodes. Gejala tanaman yang terserang yaitu terbentuknya bercak putih pada daun yang selanjutnya akan membentuk lekukan dan menyebabkan daun patah secara serentak. Tanaman yang terserang segera dicabut dan dimusnahkan. Lakukan pencegahan dengan Natural Glio.

  • Penyakit yang disebabkan oleh virus

Penyakit yang disebabkan oleh virus menyebabkan pertumbuhan kerdil, daun menguning, terkulai dan melengkung ke segala arah. Menyebabkan anakan yang muncul berjumlah sedikit.

  • Busuk umbi oleh bakteri

Umbi yang terserang menjadi berbau dan busuk. Penyakit ini biasanya menyerang setelah umbi dipanen.

  • Busuk umbi atau leher batang oleh jamur

Bagian yang terserang menjadi lunak dan melekuk serta berwarna kelabu.

Panen dan Pasca Panen

Waktu panen bawang putih tergantung dari varietasnya, namun rata-rata waktu yang dibutuhkan sejak awal tanam hingga waktu panen yaitu 90-120 hari. Ciri-ciri tanaman bawnag putih teah siap panen yaitu daun telah berubah warna dari hijau menjadi kuning dengan tingkat kelayuan 35-60%. Ketika menjelang panen, semua kegiatan pengairan, pemupukan dan penyemprotan pestisida harus dihentikan.

Supaya umbi bawang putih dapat tahan lama setelah panen sebaiknya lakukan pengeringan. Cara pengeringan bawnag putih yaitu :

  • Jemur dibawah terik matahari
  • Pengeringan dilakukan di dalam rak berlapis dengan cara digantung
  • Selain dijemur, pengeringan juga dilakukan dengan pengasapan. Pengasapan dilakukan dengan menempatkan bawang putih di dapur dan selanjtunya bawang putih tersebut diasapi menggunakan asap yang berasal dari air yang sengaja dimasak.
  • Untuk memperpanjang umur bawang putih saat penyimpanan di gudang, lakukan fumigasi dengan tablet 55% Phostoxin.

Demikian uraian mengenai Cara Menanam Bawang Putih Pada Dataran Rendah Untuk Hasil Panen Maksimal. Dapatkan Produk NASA untuk budidaya bawang putih hanya dari distributor resmi PT Natural Nusantara. Semoga bermanfaat.

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA