0 di keranjang

Tidak ada produk di keranjang.

Produk Organik Alami Natural Nusantara

Budidaya Wortel Teknologi NASA

Budidaya Wortel – Wortel adalah salah satu jenis sayuran yang kaya akan kandungan Vitamin A yang baik untuk kesehatan mata. Selain diolah menjadi sayuran masak, wortel juga dapat dikonsumsi dalam keadaan mentah, campuran salad atau dibuat minuman jus. Selain kandungan Vitamin A-nya yang tinggi, wortel juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatannya. Beberapa manfaat wortel untuk kesehatan yaitu mencegah penyakit kanker karena kandungan beta karotennya, menurunkan kadar kolesterol, mencegah penyakit jantung, menjaga daya tahan tubuh, kandungan antioksidan dalam wortel berfungsi menangkal radikal bebas.

 

 

Syarat Tumbuh Tanaman Wortel

Tanaman wortel merupakan tanaman biennial atau tanaman dengan siklus hidup 12-24 bulan yang menyimpan karbohidrat dalam jumlah besar untuk tumbuh berbunga pada tahun kedua. Batang bunga tanaman wortel dapat tumbuh setinggi 1 meter dengan bunga berwarna putih. Tanaman wortel hanya dapat tumbuh di dataran tinggi. Tanaman wortel akan tumbuh baik pada suhu udara yang dingin dan lembab sekitar 15,6⁰-21,1⁰C. Suhu lingkungan yang tinggi dan terlalu panas dapat menyebabkan umbi-umbi kecil dan berwarna kusam atau pucat. Sedangkan jika suhu lingkungan terlalu rendah, umbi wortel akan berbentuk panjang dan kecil.

 

Bibit Wortel

Wortel dapat diperbanyak melalui bijinya dengan cara generatif. Memilih bibit wortel merupakan langkah yang penting dilakukan karena bibit wortel dapat mempengaruhi hasil panen. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan agar dapat memilih bibit wortel dengan kualitas unggul :

  • Bijinya berukuran seragam
  • Tergolong bibit yang tahan hama dan penyakit
  • Memiliki buah yang segar dan bentuknya sempurna

Cara praktis mendapatkan bibit dengan kualitas unggul adalah membeli bibit-bibit wortel di toko-toko yang menjual kebutuhan pertanian. Biji wortel juga dapat didapat dari potongan wortel bagian atas (umbi) yang tidak dikonsumsi. Biji wortel mulai berkecambah setelah berusia 8-12 hari.

 

Persiapan Lahan


BEBERAPA orang buruh tani masing-masing beraktivitas yang perempuan melakukan bersihkan rumput pada tanaman wortel yang baru tumbuh daun, sedangkan yang laki-laki mencangkul mempersiapkan untuk di tanami di kampung Babakan Lebak, Desa Girimulya, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/1/2016).*

Buat lahan tanam dengan luas sesuai kebutuhan, bersihkan lahan dari gulma dan rumput liar. Gemburkan lahan menggunakan cangkul. Lahan kemudian digali dan dibentuk gundukan (tegalan) dengan lebar sekitar 80 cm, ketebalan tegalan sekitar 30-40 cm, dan panjangnya disesuaikan dengan panjang lahan. Jika lahan cukup luas, tegalan yang sama dibuat dengan jarak 20 cm dari bedengan pertama.

Taburkan pupuk kandang matang atau kompos 15 ton per 1 hektar tanah. Tambahkan SUPERNASA sebanyak 3-6 kg per 1 hektar tanah sebagai starter kesuburan sembari membuat tegalan. Setelah tegalan pada lahan tanam selesai dibuat, taburkan kembali pupuk kandang secara merata pada bagian permukaannya. Setelah itu, diamkan lahan tanam selama 1 minggu supaya pupuk kandang tercampur dengan sempurna dan kandungan unsur hara pada tanah stabil setelah dilakukan pengadukan.

 

Menanam Wortel

Setelah didiamkan selama 1 minggu, kegiatan selanjutnya adalah menanam benih wortel. Buat lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm. Benih kemudian dimasukkan ke dalam lubang tanam (jangan sampai terbalik). Setelah benih dimasukkan, kemudian tutup lubang tanam dengan tanah tipis. lakukan penyiraman setelah benih wortel selesai ditanam. Selanjutnya, penyiraman dapat dilakukan setiap pagi dan sore hari.

 

Penjarangan

Bersihkan lahan dari gulma dan rumput-rumput liar yang tumbuh di lahan tanam. Setelah tanaman wortel berumur 1 bulan, lakukan penjarangan. Penjarangan yaitu mengurangi jumlah tanaman wortel, memangkas tanaman yang tumbuh tidak sempurna atau mati. Tujuannya adalah untuk memberikan ruang tumbuh dan menghasilkan buah wortel yang baik, karena persaingan untuk mendapatkan nutrisi jadi lebih berukurang.

 

Pemupukan

Pemupukan dilakukan menggunakan pupuk organik cair POC NASA dan HORMONIK dengan perbandingan 3:1. POC NASA sebanyak 20-60 cc dicampur dengan HORMONIK sebanyak 10-30 cc, kemudian larutkan dalam air sebanyak 10-30 liter untuk disemprotkan pada lahan seluas 100 m2.

 

Hama dan Penyakit Tanaman Wortel

Hama yang paling banyak dijumpai saat proses budidaya wortel adalah ulat tanah dan kutu daun.

  • Ulat Tanah

Dapat diberantas dengan cara membasmi sarangnya. Carilah sarang ulat tanah, kemudian diambil manual dan dibasmi. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Pencegahan ulat tanah dapat dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan lahan dan pembersihan gulma dilakukan secara rutin. Jika serangan mengganas, gunakan pestisida jenis furadan.

  • Kutu Daun

Hama ini menyerang pucuk daun dengan cara menghisap cairan dan menyebabkan daun menjadi keriting. Pengendalian hama kutu daun dapat dilakukan dengan melakukan rotasi tanaman agar siklus hidupnya terputus dan melakukan penyemprotan dengan insektisida.

Sedangkan penyakit yang paling banyak dijumpai saat proses budidaya wortel adalah bercak daun dan bintil akar.

  • Bercak Daun

Penyakit ini disebabkan oleh jamur jenis Cercospora, yang menyerang daun tua. Gejala yang dapat terlihat yaitu bercak-bercak coklat dengan pinggiran berwarna hitam. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan memilih benih yang sehat atau diberi larutan fungisida terlebih dahulu dan selalau menjaga kebersihan kebun.

  • Bintil Akar

Penyakit ini disebabkan oleh nematoda. Gejala yang dapat terlihat yaitu bentuk umbi benjol-benjol tidak beraturan. Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan rotasi tanaman, gilir tanaman dengan jenis lain yang berbeda keluarga. Pengendalian dapat dilakukan dengan menyemprotkan nematisida.

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA

Tulis Komentar