0 di keranjang

Tidak ada produk di keranjang.

Produk Organik Alami Natural Nusantara

Budidaya Buah Naga Teknologi NASA

Budidaya Buah Naga – Kini, buah naga sudah tidak asing lagi bagi pertanian di Indonesia. Budidaya buah naga yang dilakukan secara organik, dapat menghasilkan buah dengan kualitas lebih baik. Keuntungan budidaya buah naga secara organik yaitu menghasilkan buah lebih sehat karena tidak ada sisa bahan kimia yang dapat membahayakan tubuh manusia dan lingkungan sekitarnya. Dengan begitu, pencemaran lingkungan dapat dikurangi, baik lingkungan air, tanah maupun udara.

Pemakaian bahan-bahan organik saat budidaya juga dapat mengembalikan kesuburan tanah, sehingga tanah dapat digunakan untuk proses budidaya selanjutnya. Di Indonesia, kebanyakam budidaya buah naga masih menggunakan bahan kimia, baik untuk pemupukan maupun penggunaan pestisida. Pemakaian pupuk kimia yang berlebihan dan tidak diimbangi dengan pemberian pupuk organik justru akan menyebabkan penurunan tingkat kesuburan tanah dalam kurun waktu tertentu.

 

Syarat Tumbuh Tanaman Buah Naga

Seorang warga memanen buah naga yang sudah masak di Larso Farm, Poncosari, Bantul, Yogyakarta, Jumat (17/1). Tanaman buah naga tersebut hanya mengalami satu kali pemanenan setiap tahunnya yakni pada musim penghujan yang dijual dengan harga Rp 20.000 per Kg. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/Koz/mes/14.

Syarat tumbuh tanaman buah naga hampir sama dengan kaktus dan tanaman gurun pasir lainnya. Karena tanaman buah naga juga berasal dari daerah gurun pasir yang kering dan panas, maka buah naga umumnya dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga menengah, yaitu :

  • Buah naga jenis Hylocereus Undatus, yaitu buah naga daging putih. Dapat tumbuh baik di ketinggian kurang dari 300 mdpl
  • Sedangkan buah naga jenis Hylocereus Costaricensis, yaitu buah naga daging merah super (super red). Dapat tumbuh baik di ketinggian 0-100 mdpl
  • Buah naga jenis Selenicereus Megalanthus, yaitu buah naga berkulit kuning dan daging putih tanpa sisik. Dapat tumbuh baik di daerah dingin dengan ketinggian lebih dari 800 mdpl

Tanaman buah naga menyukai kondisi kering dengan curah hujan rendah 720 mm per tahun. Buah naga dapat tumbuh di lingkungan dengan curah hujan tinggi yaitu 1.000-1.300 mm per tahun, tetapi akan rentan terserang penyakit busuk batang dan busuk akar. Karena tanaman buah naga tidak tahan terhadap genangan air.

Karena tanaman buah naga memerlukan penyinaran sinar matahari penuh, lokasi untuk budidaya sebaiknya dilakukan di lahan terbuka tanpa pelindung. Lahan terbuka juga akan memberikan sirkulasi udara yang cukup untuk pertumbuhan tanaman. Suhu lingkungan yang ideal untuk tanaman buah naga sekitar 26-36ºC.

Kondisi tanah untuk budidaya adalah tanah gembur yang banyak mengandung hara dan bahan organik, dengan pH sekitar 6-7. Tanah yang terlalu asam menyebabkan akr tanaman jadi pendek dan rusak. Tanaman buah naga juga membutuhkan cukup air tetapi jangan sampai berlebihan dan tergenang.

 

Teknis Budidaya Buah Naga

  1. Persiapan Lahan Budidaya

Persiapan lahan meliputi pemasangan tiang panjatan, pembersihan lahan, dan pengolahan lahan. Buah naga membutuhkan tiang panjatan untuk menopang batang dan cabang, karena buah naga merupakan tanaman merambat. Tiang panjatan harus kuat dan mampu bertahan selama beberapa tahun karena umur tanaman buah naga yang panjang.

  1. Pembersihan Lahan

Lahan yang akan digunakan untuk budidaya perlu dibersihkan dari gulma, semak dan sampah. Semak-semak pada lahan dipotong sampai pangkal batang atau dicabut agar tidak tumbuh lagi. Gulma dibersihkan dengan cara dicangkul tipis-tipis.

  1. Pengolahan Lahan dan Pemupukan Dasar

Lahan yang telah bersih lalu dicangkul. Pencangkulan bertujuan supaya lapisan tanah bawah bisa tercampur dengan lapisan tanah atas sehingga penyebaran humus atau bahan organik bisa merata. kemudian, tanah menjadi gembur dan subur sehingga akar tanaman dapat menyerap unsur hara dengan baik. Tanah yang memiliki pH < 6 harus dilakukan pengapuran menggunakan TON dengan dosis 1,2 ton per ha dengan cara ditabur merata ke seluruh lahan. Lubang tanam dibuat sesuai dengan model tiang panjatan yang digunakan.

Satu minggu kemudian, lakukan pemupukan menggunakan SUPERNASA dengan dosis 3 kg per hektar dengan cara disiramkan ke sekitar lubang tanam. Tambahkan juga Natural Glio yang dicampur kompos. Penggunaannya dengan cara menaburkan secara tipis-tipis ke atas tanah dan lubang tanam. Natural Glio berguna untuk mencegah serangan penyakit setelah proses penanaman. Yang selanjutnya dilakukan adalah membuat parit untuk drainase diantara baris tanaman. Drainase berfungsi untuk menampung kelebihan air saat musim hujan.

  1. Persiapan Pembibitan Tanaman Buah Naga

Pemakaian bibit yang unggul akan menghasilkan tanaman yang sehat dan mampu berproduksi optimal. Perbanyakan bibit dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

  • Perbanyakan generatif

Adalah perbanyakan menggunakan biji buah naga. Satu buah naga memiliki minimal 1000 biji. Cara ini kurang populer dilakukan, karena dibutuhkan buah naga yang benar-benar tua dan sehat. Selain itu, sulit untuk menyeleksi bijinya karena ukuran bijinya sangat kecil dan tampilannya sama.

  • Perbanyakan vegetatif

Adalah perbanyakan tanaman menggunakan bagian dari tanaman itu sendiri. Perbanyakan dengan cara stek memiliki tingkat keberhasilan bertahan hidup yang tinggi, pertumbuhannya cepat, dan bibit yang dihasilkan berkualitas tinggi dengan genetik yang serupa dengan induknya.

  1. Penanaman Buah Naga

Penanaman harus dilakukan dengan hati-hati. Karena penanaman yang tidak benar akan menyebabkan bibit stres dan pertumbuhannya terhambat. Kedalaman penanaman idealnya 20% dari panjang bibit. Jika ditanam terlalu dalam akan membuat bibit terserang penyakit busuk batang.

  1. Pemeliharaan Tanaman Buah Naga

Pemeliharaan tanaman menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan budidaya. Kegiatan pemeliharaan pada budidaya buah naga meliputi pengairan, penyulaman, pengikatan batang atau cabang, pemupukan susulan, pemangkasan, sanitasi kebun, seleksi buah, dan pengendalian hama penyakit tanaman.

Untuk pengendalian hama tanaman, bisa menggunakan pestisida organik dari PT. Natural Nusantara berupa Natural BVR, Pestona, dan Aero-810.

  1. Pengairan

Tanaman buah naga tidak memerlukan irigasi khusus. Pengairan dilakukan dengan sistem tadah hujan. Karena akarnya yang sangat lebat, buah naga tahan terhadap kekeringan tetapi tetap membutuhkan air yang cukup selama pertumbuhannya.

Kekurangan air selama pertumbuhan bisa menyebabkan tanaman layu dan sulit bertunas. Penyiraman dilakukan cukup seminggu sekali sampai berumur 6 bulan. Jika kondisi tanah sangat kering, penyiraman dilakukan 2-4 hari sekali.

Saat fase generatif (fase munculnya bunga dan buah), penyiraman dilakukan setiap 10-14 hari sekali atau menyesuaikan kondisi lahan. Jika kekurangan air pada fase ini dapat mengakibatkan bunga rontok dan buah terbentuk tidak sempurna. Penyiraman pada pagi hari.

  1. Penyulaman Tanaman

Penyulaman yaitu mengganti tanaman yang mati atau pertumbuhannya terhambat karena serangan hama dan penyakit atau sebab lain. Tujuan penyulaman adalah supaya tanaman dapat berproduksi optimal. Penyulaman dilakukan pada umur 7 hari setelah tanam hingga tanaman berumur 2 bulan.

  1. Pengikatan Batang dan Cabang

Letak batang dan cabang perlu diatur supaya tanaman dapat tumbuh normal dan tidak salah bentuk. Pengaturan batang dan cabang berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan tanaman. Pengaturan batang dan cabang dilakukan dengan cara mengikat batang dan cabang ke tiang panjatan. Pengikatan jangan terlalu kencang supaya batang dan cabang tidak terjepit karena dapat mengakibatkan batang luka dan patah.

  1. Pemupukan

Pemupukan susulan menggunakan POC NASA, SUPERNASA, dan HORMONIK yang dicampur dengan 50% pupuk kimia yang biasa dipakai. Saat tanaman sudah mulai berbuah, perlu ditambahkan Power Nutrition supaya tanaman dapat berbuah di luar musim dan menjaga kualitas buah naga tersebut. Pemberian pupuk minimal dilakukan dua bulan sekali.

  1. Pemangkasan Tanaman Buah Naga

Kegiatan dilakukan untuk memperoleh bentuk tanaman yang baik sehingga pertumbuhannya juga akan baik. Pemangkasan juga bertujuan untuk membuang bagian tanaman yang tidak produktif misalnya cabang yang kerdil dan dukur. Karena batang dan cabang yang tidak produktif akan menghambat pembentukan tunas baru.

  1. Seleksi Bunga dan Buah

Seleksi bunga dilakukan saat bunga masih kecil. pilih 5-6 bunga yang paling besar, berwarna cerah, sehat dan segar pada setiap cabang dengan jarak antar bunga sekitar 30 cm.

 

Sanitasi Kebun

Sanitasi kebun adalah kegiatan membersihkan kebun dari gulma atau tanaman pengganggu, perawatan saluran irigasi supaya tidak menimbulkan genangan air saat musim hujan.

Batang dan cabang bekas pemangkasan dikumpulkan lalu dibuang. Pengendalian gulma dilakukan dengan melakukan penyiangan rutin. Pencangkulan pada sekitar tanaman dilakukan dengan hati-hati supaya tidak merusak akar tanaman.

Tujuan dari sanitasi kebun adalah untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit, menjaga kelembaban area pertanaman, dan mengurangi perebutan unsur hara antara tanaman buah naga dan gulma.

 

Pemanenan

Ciri-ciri buah naga yang siap panen adalah :

  • Umur buah telah mencapai 50-55 hari sejak setelah muncul bunga
  • Kulitnya berwarna mengkilat dan sisik berubah warna dari hijau menjadi merah
  • Mahkota buah telah mengecil
  • Pangkal buah keriput dan kering
  • Buah terlah terbentuk sempurna dengan berat sekitar 400-600 gr

Waktu panen dilakukan saat pagi hari sekitar pukul 06.00 – 09.00 atau sore hari sekitar pukul 15.00 – 17.00. panen dilakukan saat cuaca cerah dan tidak hujan. Karena jika panen pada kondisi lembab, dapat memicu serangan patogen saat buah disimpan.

Cara dan tahap pemanenan buah naga yaitu sebagai berikut :

  • Gunakan sarung tangan supaya tidak melukai buah
  • Gunakan gunting atau alat potong yang tajam untuk memotong tangkai buah
  • Potong buah pada tangkainya dengan hati-hati, jangan sampai melukai kulit buah
  • Bungkus buah yang telah diambil dengan kertas koran dan letakkan ke dalam keranjang dengan posisi tangkai menghadap ke bawah. Bagian bawah keranjang dilapisi daun kering atau koran
  • Bagian atas buah juga ditutupi dengan daun kering atau koran untuk mengurangi tekanan buah terhadap lapisan diatasnya

Tinggi lapisan buah tidak lebih dari 3 lapis supaya buah yang berada di bagian bawah tidak menerima beban terlalu berat.

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA

1 Komentar

Tulis Komentar