0 di keranjang

Keranjang kosong

Produk Organik Alami Natural Nusantara

Budidaya Bawang Merah Teknologi NASA

Budidaya Bawang Merah Teknologi NASA – Bawang merah merupakan bahan pokok bumbu dapur yang sangat dibutuhkan setiap harina. Di pasar, permintaan terhadap bawang merah semakin hari semakin meningkat, oleh karena itu dibutuhkan Cara Budidaya Bawang Merah yang benar dan tepat agar permintaan dapat terpenuhi.

Saat proses penanaman bawang merah, petani akan dihadapkan dengan berbagai masalah yang harus siap dihadapi, seperti serangan hama dan penyakit, tanah dan tanaman kekurangan unsur mikro, dan lain-lain yang bisa menyebabkan hasil produksi (hasil panen) bawang merah kurang maksimal.

Untuk meningkatkan hasil produksi bawang merah dengan teknologi organik, PT. Natural Nusantara memberikan pedoman dalam Cara Budidaya Bawang Merah menggunakan Teknologi Pikat NASA beserta penyediaan pupuk organik untuk bawang merah dan pestisida alami untuk mencegah serangan hama dan penyakit bawang merah.

Teknik Budidaya Bawang Merah Organik

Masa Pra Tanam

  1. Syarat Tumbuh Tanaman

Tanaman bawang merah dapat ditanam di area persawahan atau tegalan dengan tekstur sedang hingga liat. Jenis tanah yang baik untuk menanam bawang merah adalah tanah Alluvial, Glei Humus atau Latosol dengan pH 5,6 – 6,5. Tanaman bawang merah dapat tumbuh subur di ketinggian 0 – 400 mdpl dan kelembaban sekitar 50 – 70% dan suhu sekitar 25 – 32°C.

  1. Pengolahan Tanah
  • Sebelumnya tanah dipupuk menggunakan pupuk kandang dengan cara disebar dengan dosis 0,5 – 1 ton per 1000 m2
  • Sebelumnya tanah dipupuk menggunakan pupuk kandang dengan cara disebar dengan dosis 0,5 – 1 ton per 1000 m2
  • Luku tanah lalu digaru dan dibiarkan selama 1 minggu
  • Buat bedengan dengan lebar sekitar 120-180 cm
  • Buatlah saluran air di antara bedengan dengan ukuran lebar sekitar 40-50 cm dan kedalaman sekitar 50 cm
  • Lakukan pengapuran jika pH tanah kurang dari 5,6 menggunakan dolomit 1,5 ton per hektar yang disebarkan di atas bedengan dan aduk merata beserta tanah lalu diamkan selama 2 minggu
  • Tebarkan Natural Glio untuk mencegah penyakit layu pada tanaman. Gunakan Natural Glio sebanyak 100 gram yang dicampur dengan kompos sebanyak 25-50 kg. Campuran tersebut didiamkan selama 1 minggu baru ditebarkan ke tanah.
  1. Pupuk Dasar

  • Berikan pupuk makro secara merata di atas bedengan dan aduk dengan tanah hingga tercampur rata. Dosisnya adalah 2-4 kg Urea ditambah 7-15 kg ZA ditambah 15-25 kg SP-36
  • Apabila diperlukan tambahkan pupuk majemuk NPK (15-15-15) dengan dosis 20 kg per 1000 m2, campur merata dengan tanah
  • Agar pertumbuhan tanaman maksimal, berikan SUPERNASA dengan dosis 10 botol untuk 1000 m2 Berikut dua cara alternatif pemberian SUPERNASA :

Alternatif 1 : campurkan 1 botol SUPERNASA dengan 3 liter air, untuk kemudian dijadikan sebagai larutan induk. Setiap 200 cc larutan induk dicampur dengan 50 liter air untuk menyiram bedengan.

Alternatif 2 : 1 sdm SUPERNASA dicampur dengan 10 liter air, lalu disiramkan merata ke 5-10 meter bedengan.

Lalu biarkan bedengan selama 5-7 hari

  1. Bibit Bawang Merah Unggul
  • Pilih umbi yang memiliki berat 3-4 gr per umbi
  • Umbi terbaik didapat setelah melewati masa penyimpanan 2-3 bulan dan kondisi umbi masih ada daun bawangnya dalam ikatan
  • Umbi yang bagus untuk dijadikan bibit adalah umbi dalam kondisi sehat, berbentuk kompak dan tidak keropos, kulit umbi terlihat berkilau dan tidak terkelupas atau terluka.

Penanaman Bawang Merah

  1. Jarak Tanam
  • Untuk musim kemarau, ukuran jarak tanam adalah 15 x 15 cm. Varietas bawang merah yang digunakan adalah Ilocos, Tadayung, atau Bangkok
  • Saat musim hujan, ukuran jarak tanam adalah 20 x 15 cm. Varietas bawang merah yang digunakan adalah Tiron.
  1. Cara Tanam
  • Sebelumnya bawang merah direndam dengan campuran POC NASA dan air. Dengan dosis 1 tutup botol per 1 liter air)
  • Tebarkan Natural Glio setelah umbi bawang merah direndam
  • Simpan bibit bawang merah selama 2 hari sebelum ditanam
  • Proses penanamannya adalah benamkan umbi ke dalam permukaan tanah, satu lubang berisi satu umbi

Masa Awal Pertumbuhan Bawang Merah (0-10 HST)

  1. Hama dan Penyakit Tanaman Bawang Merah
  • Ulat Bawang (Spodoptera exigua atau Spodoptera litura)

Ulat bawang dewasa meninggalkan kelompok telurnya pada pangkal dan ujung daun. Telur tersebut berjumlah sekitar 80 butir yang dilindungi lapisan benang putih seperti kapas. Apabila menemukan, segera diambil dan dimusnahkan. Jika sudah lebih dari batas normal, kendalikan menggunakan VIREXI dan VITURA.

  • Ulat Tanah

Hama ini menyerang pucuk atau tempat tumbuhnya bawang merah, tangkai akan terlihat rebah karena sudah terpotong bagian pangkalnya. Ulat tanah memiliki ciri berwarna coklat kehitaman dan berkumpul saat senja atau malam hari. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan lahan dari sisa tanaman dan rumput liar yang menjadi sarang ulat tanah. Untuk pengendaliannya, gunakan PESTONA.

  • Penyakit Layu Fusarium

Ciri penyakit ini adalah daun bawang menjadi kuning, kemudian akan layu dengan cepat. Penyakit layu harus diwaspadai sejak awal tanam. Cabut tanaman yang terserang dan dibakar ditempat yang jauh. Untuk tindakan pencegahannya, gunakan Natural Glio sejak awak tanam.

  1. Penyiangan dan Pembubunan Bawang Merah

Penyiangan pertama kali dilakukan saat tanaman berumur 7-10 HST. Buang gulma dan tanaman liar yang menjadi sarang ulat bawang. Jika terdapat telur ulat segera buang dan musnahkan. Setelah itu lakukan pembubunan agar akar tanaman selalu tertutup tanah. Lakukan perapihan terhadap bedengan yang rusak atau longsor dengan cara memperkuat bagian tepi-tepi selokannya menggunakan lumpur dari dasar saluran.

  1. Pemupukan Tanaman Bawang Merah

Pupuk digunakan secara variatid menyesuaikan kondisi tanah. Jika pupuk Urea yang diberikan berlebihan dapat menyebabkan leher umbi tebal dan besar sedangkan umbinya kecil, daun menguning dan pertumbuhan bawang terhambat. Apabila kekurangan KCL, daun akan menjadi kering dan umbi kecil. Pemupukan bawang merah dilakukan 2 kali (dosis per 1000 m2:

  • 2 minggu : 5-9 kg Urea ditambah 10-20 kg ZA ditambah 10-14 kg KCI
  • 4 minggu : 3-7 kg Urea ditambah 7-15 kg ZA ditambah 12-17 kg KCII

Pada saat pemberian pupuk usahakan jangan sampai terkena tanaman. Pupuk dicampur kemudian berikan di sekitar rumpun atau garitan tanaman. Apabila diperlukan berikan pupuk majemuk NPK (15-15-15) dengan dosis 20 klg per 1000 m2, berikan pada umur 2 minggu.

  1. Pengairan Tanaman Bawang Merah
  • Saat awal pertumbuhan lakukan penyiraman 2 kali sehari yaitu saat pagi dan sore hari
  • Penyiraman pagi dilakukan saat daun bawang masih terlihat basah, untuk membantu mengurangi penyakit tanaman bawang merah
  • Jika pertumbuhan tanaman telah mencapai 90%, pengairan hanya dilakukan saat pagi hari
  • Pertahankan tinggi permukaan air pada saluran air setinggi 20 cm dari permukaan bedengan

Fase Vegetatif Bawang Merah (11-35 HST)

  1. Hama dan Penyakit Tanaman Bawang Merah
  • Thrips

Penyakit ini akan menyerang tanaman saat umur 30 HST karena kondisi lembab dan suhu berada di atas normal. Gejala penyakit ini adalah daun berwarna putih mengkilat seperti perak. Jika suhu udara diatas normal dan kelembaban diatas 70%, hama ini akan menyerang hebat. Lakukan penyiraman pada siang hari dan amati predator kumbang macan. Untuk pengendaliannya gunakan PESTONA atau Natural BVR.

  • Penyakit Bercak Ungu atau Trotol

Disebabkan oleh sejenis jamur bernama Alternaria Porii melalui umbi atau percikan air dari tanah. Gejala penyakit ini adalah terdapat bintik lingkaran konsentris berwarna putih kelabu atau ungu pada daun, tepi daun berwarna kuning dan ujungnya mengering. Jika penyakit menyerang umbi setelah panen, umbi akan busuk dan berair, berwarna kuning hingga merah kecoklatan. Untuk pencegahan gunakan Natural Glio. Apabila turun hujan rintik-rintik, segera lakukan penyiraman.

  • Penyakit Antraknose atau Otomotis

Disebabkan oleh jamur Colletricum gloesporiodes. Gejala penyakit ini adalah terlihat bercak putih pada daun, terjadi lekukan pada daun sehingga daun akan patah secara otomatis. Jika Anda melihat serangan penyakit ini segera cabut daun kemudian dibakar. Untuk jamur yang berada dalam tanah, kendalikan menggunakan Natural Glio.

  • Virus

Akibat dari penyakit yang disebabkan oleh virus adalah pertumbuhan tanaman akan terhambat, tanaman kerdil, daun menguning, melengkung dan terkulai, serta anakan yang muncul sedikit. Untuk pencegahan, gunakan bibit unggul yang terbebas dan tahan terhadap virus.

  • Busuk Umbi Oleh Bakteri

Akibat penyakit ini adalah umbi yang telah dipanen akan membusuk dan berbau. Pasca panen sebaiknya letakkan hasil panen di tempat yang kering.

  • Busuk Umbi / Leher Batang Oleh Jamur

Penyakit ini menyebabkan daun menjadi lunak, melekuk dan berwarna abu-abu. Untuk pengendalian, selalu lakukan pengaturan drainase agar tanah jangan terlalu becek.

  1. Pengelolaan Tanaman Bawang Merah
  • Penyiangan kedua dilakukan saat tanaman berumur 30-35 HST, selanjutnya dilakukan proses pendangiran, pembubunan dan perbaikan bedengan yang rusak
  • Semprot menggunakan POC NASA dengan dosis 4-5 tutup per tangki setiap 7 hari setelah penanaman sampai hari ke 50-55. Saat umur ke-35 tambahkan HORMONIK saat penyemprotan dengan dosis 1-2 tutup botol per 10 liter air cicampur dengan POC NASA dengan dosis seperti sebelumnya
  • Penyiraman atau pendangiran dilakukan sekali per hari saat pagi hari. Jika terjadi serangan Thrips dan terjadi hujan rintik-rintik, penyiraman dilakukan saat siang hari.

Pembentukan Umbi Bawang Merah (36-50 HST)

Fase pengamatan HPT sama dengan pengamatan Vegetatif, yang lebih membutuhkan perhatian adalah saat pengairannya. Saat musim kemarau diperlukan air yang banyak sehingga dilakukan penyiraman dua kali sehari.

Pematangan Umbi Bawang Merah (51-65 HST)

Saat fase ini, air yang dibutuhkan tidak terlalu banyak. Penyiraman hanya perlu dilakukan pada sore hari.

Panen dan Pasca Panen

USEP USMAN NASRULLOH/”PR”
IIM (50/kiri) bersama Otong (36) menjemur bawang merah batu di Kampung halaman Cihideung, Desa Tribaktimulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Rabu (13/4/2016). Harga bawang merah sejak enam bulan terakhir masih bertahan pada nilai Rp 30.000 per kg dari petani dan Rp 40.000 per kg di pasaran. Menurut mereka tingginya harga bawang karena masih sedikitnya hasil panen sedangkan permintaan masih tinggi.*

  1. Panen
  • Pada dataran rendah, panen dilakukan saat umur 55-70 hari. Pada dataran tinggi panen dilakukan saat umur 70-90 hari. Tanda tanaman siap dipanen adalah 60-90% daun telah rebah
  • Panen dilakukan saat pagi hari yang cerah dan kondisi tanah tidak becek
  • Cara memanen bawang merah adalah dengan mencabut batang beserta daunnya, kemudian setiap 5-10 rumpun diikat menjadi satu ikatan
  1. Pasca Panen
  • Setelah panen, jemur bawang merah selama 5-7 hari menghadap ke atas, tujuannya untuk mengeringkan daun
  • Penjemuran kedua dilakukan selama 2-3 hari dengan umbi menghadap ke atas, tujuannya untuk mengeringkan umbi. Jemur hingga kadar air tersisa sekitar 89-85% kemudian disimpan di dalam gudang penyimpanan
  • Gantung ikatan bawang merah di rak bambu. Suhu gudang yang ideal adalah sekitar 26-29°C dengan kelembaban antara 70-80%

Demikian mengenai Teknik Budidaya Bawang Merah Teknologi NASA. Semoga dengan penanganan yang tepat dapat meningkatkan hasil produksi bawang merah baik dari segi kualitas, kuantitas dan kelestarian lingkungan.

Butuh Bantuan? Jangan Sungkan!

Jika Anda Butuh Bantuan, Ataupun Hal -Hal Yang Ingin Ditanyakan, Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami, Dengan Senang Hati Akan Kami Bantu

----------------------------------------------------

TELP/SMS/WA

5 Komentar

    Tulis Komentar